Delapan Sekolah di Kota Pontianak Laksanakan UNBK 2016

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1677

Delapan Sekolah di Kota Pontianak Laksanakan UNBK 2016
Mendikbud mengatakan UNBK bisa meminimalisasi kecurangan, dari indikator pengguna komputer dalam UN 2016 yang mengalami peningkatan dari sekitar 500 sekolah, kini mencapai 4.381 sekolah maka indeks integritas akan semakin tinggi. ANTARA FOTO/Risky Andr
PONTIANAK, SP- Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau disebut juga Computer Based Test (CBT) juga dilaksanakan di delapan sekolah tingkat SMA dan SMK sederajat di Kota Pontianak.

Ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujian ini diselenggarakan secara serentak di Indonesia pada 4-7 April.


Delapan sekolah di Pontianak yang melaksanakan UNBK tersebut yakni SMA Santo Petrus, SMA Imanuel, SMK Imanuel, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 6, SMKN 8. Jumlah tersebut bertambah dibanding pelaksanaan UN tahun 2015.

"Tahun lalu hanya dua sekolah, yakni SMK Imanuel dan SMA Petrus. Sekarang sudah bertambah enam sekolah. Total yang melaksanakan UNBK jadi delapan sekolah," ungkap Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Paryono, Minggu (3/4).

Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem UN berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang telah berjalan selama ini. UNBK sendiri menggunakan sistem semi-online yakni soal dikirim melalui server pusat secara online dari jaringan (sinkronisasi) ke server lokal atau sekolah, kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal pihak sekolah secara offline.

Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal sekolah ke server pusat secara online berupa upload.
"InsyaAllah UNBK ini akan berjalan baik, sebab akan ada petugas dari Litbang serta protokol pihak sekolah," jelasnya.

Protokol yang telah dipilih pihak sekolah bertugas untuk menjalin komunikasi terhadap pusat. Sehingga tidak perlu khawatir akan adanya masalah terkait poken maupun password siswa. "Litbang akan mengawal kemudian memberikan kemudahan tersendiri sehingga tidak merugikan, langsung pengelolaan dari pusat," katanya.

Bahkan pihak Disdik Kota Pontianak telah menghubungi PLN guna tidak melakukan pemadaman listrik di saat UNBK berlangsung. Terkait anggaran UNBK sendiri, Paryono mengatakan sama halnya dengan UN sebelumnya dengan menggunakan APBD Kota Pontianak dan APBN.

"Anggaran digunakan untuk pengawasan dan biaya operasional, membantu peralatan dan lain sebagainya. Dan perlu diingat sesuai peraturan pemerintah tidak boleh memungut biaya untuk UNBK, UNBK diterapkan di sekolah yang memang siap," tegasnya.

Ketua Panitia UN Kalbar tahun 2016, Syafrudin mengatakan, UNBK akan dilaksanakan di 24 SMA sederajat yang tersebar di Kalbar, kecuali Kabupaten Melawi. Kota Pontianak menjadi kota dengan sekolah paling banyak penyelenggara UN berbasis computer.

Syarifudin menginginkan penyelenggaraan UN di Kalbar dilakukan dengan berbasis komputer, namun untuk hal itu cukup sulit terwujud dalam waktu dekat mengingat keterbatasan sarana dan prasarana.

“Tidak bisa ditargetkan semua, tapi bagaimana tahun depan jumlah penyelenggara UN berbasis komputer akan bertambah. Karena perlu persiapan sarana dan perasarana,” pungkasnya. (yoo/bls/ind)