Kunci Jawaban UN 2016 Beredar di Kota Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 2347

Kunci Jawaban UN 2016 Beredar di Kota Pontianak
Ilustrasi Ujian Nasional.
PONTIANAK, SP – Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat akan dimulai hari ini, Senin (4/4). Meski UN tak lagi dijadikan patokan kelulusan siswa, di lapangan masih saja beredar kunci jawaban soal UN yang dijual oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Harganya pun terbilang fantastis.
Hal itu diakui TM, satu di antara siswa SMA negeri di Pontianak yang juga peserta UN 2016.

Dia mengaku, dirinya ditawari kunci jawaban lengkap dengan materi soal UN oleh teman sekelasnya untuk semua mata pelajaran seharga Rp 150 ribu. Tapi dirinya tidak tahu apakah harga itu, harga setelah dibagi rata dengan teman sekelasnya, atau khusus untuk dirinya saja.

“Ada juga, kawan dari SMA lain, nawarin Rp 100 ribu untuk semua mata pelajaran,” ujarnya ketika ditemui Suara Pemred, Minggu (3/4) sore.


Siswa jurusan IPS ini mengatakan, siang tadi, temannya sempat mengajak dirinya untuk bertemu. Namun, ia menolak ajakan itu. Ia mengaku memang tidak memiliki niat untuk membeli kunci jawaban UN.

Selain karena bukan penentu kelulusan, hal itu juga tak ada gunanya. “Berkaca dari pengalaman kakak kelas yang pernah membeli kunci jawaban. Kunci jawaban yang diberikan seringkali tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diujikan. Misalnya, hari ini ujian Bahasa Inggris, tapi kunci jawaban yang dikasih  mata pelajaran lain,” katanya.

Berbeda dengan TM, EL, seorang siswi satu di antara SMA favorit di Kota Pontianak justru mengaku telah membeli kunci jawaban UN tahun ini. Hal itu dilakukannya untuk berjaga-jaga saja. Ia harus membayar Rp 100 ribu, bersama dengan temannya di dua kelas. Satu kelasnya berisikan sekitar 30 siswa, sehingga jika ditotal, mereka membeli kunci jawaban seharga Rp 6 Juta.

Kunci jawaban akan mereka dapatkan pagi hari sebelum UN berlangsung. Ia memastikan kunci jawaban itu hanya untuk cadangan saja.

 Berdasarkan pengalaman temannya yang ikut UN tahun lalu, tidak semua kunci jawaban itu benar. Kabar beredarnya kunci jawaban dan soal UN sudah terdengar sejak beberapa waktu terakhir.

Nur, warga Jalan Dr Wahidin Pontianak mengaku, sempat dihubungi oleh sepupunya yang merupakan seorang guru di salah satu daerah di Kalbar. Guru tersebut bertanya info bocoran kunci jawaban dan soal UN.

Karena tak mengetahuinya, Nur tak dapat menjawab. “Dia cuma bertanya, siapa tahu ada teman saya yang tahu informasi tersebut. Katanya menjelang UN biasanya ada kunci jawaban dan soal UN yang beredar,” kata Nur.

Guru tersebut belakangan menurut Nur, akhirnya mendapat jalur (link) untuk membeli kunci jawaban dan soal UN memalui orang lain. 
“Katanya dia dapat nomor kontak serta pin blackberry orang yang menjual kunci jawaban UN. Orang tersebut di Pontianak,” ungkap Nur.

Permasalahan krusial seperti keamanan naskah, proses pelaksanaan ujian dan kecurangan pihak sekolah kerap kali muncul menjelang UN. Menanggapi persoalan ini, anggota DPRD Kota Pontianak meminta Dinas Pendidikan Kota Pontianak untuk memperketat pengawasan agar soal UN tidak bocor. "Soal UN harus dipastikan aman. Jangan sampai tahun ini UN meninggalkan kesan jelek karena kebocoran soal," ungkap Anggota Komisi A DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi, Minggu (3/4).

Herman yang sebelumnya duduk di Komisi D yang membidangi Pendidikan ini menegaskan, dalam pelaksanaan UN, pihak Dinas Pendidikan, sekolah, serta pihak terkait lainnya bertanggungjawab dalam menjaga dan mengamankan soal UN.

"Semua pihak harus bertanggungjawab akan keamanan soal, mulai dari hulu sampai selesai proses UN," jelasnya.

Herman mengatakan, pihak sekolah jangan hanya ingin mendapatkan prestasi baik dengan melakukan kesalahan membocorkan soal UN pada siswa. Sebab, kuantitas kelulusan bukanlah indikator baik atau tidaknya pendidikan tersebut.

"Lalu sekolah atau guru mencoba untuk membantu siswa dengan cara-cara yang tidak terpuji," katanya.

Dia yakin para siswa khususnya SMA dan SMK sederajat di Kota Pontianak yang mengikuti UN tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal itu lantaran pihaknya melihat semangat para siswa dalam mempersiapkan diri.

"Sekolah-sekolah secara intensif melakukan try out dan bahkan  pada umumnya para siswa menambah jam belajar dengan mengikuti  bimbel di luar sekolah," terangnya.


Herman menambahkan, tingkat kesadaran siswa cukup tinggi untuk menghadapi UN. Dia meminta para guru untuk tidak menakut-nakuti siswa dalam pelaksanaan UN, sehingga mental siswa stabil dan mudah dalam mengerjakan kewajibannya.

"Tidak perlu digaungkan secara berlebihan, karena justru akan membuat siswa menjadi gamang yang berakibat terganggunya konsentrasi. Pelaksanaan UN ini biarlah seperti air yang mengalir," jelasnya.

Selain itu, agar UN berjalan berjalan lancar, dia juga berharap Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Pontianak tidak mematikan listrik disaat berlangsungnya UN. "Kita berharap pada PLN  supaya menjaga agar listrik tidak mati, demi hasil yang maksimal," harapnya.

Di lain pihak, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menekankan pelaksanaan UN kali ini adalah soal kejujuran, bukan lagi soal kelulusan. Sejak 2015 UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan.

Kelulusan ditentukan oleh sekolah, melalui ujian sekolah, bukan UN. Dia berharap para orangtua siswa tidak membuat suasana yang menegangkan jelang dan saat pelaksanaan UN 2016. "Jangan buat suasana menegangkan untuk anak-anak, biasa saja sampaikan kepada anak-anak bahwa ini ujian normal," kata Anies.

Menurutnya, setiap orang pasti menjalani ujian hidupnya masing-masing, misalnya ada ujian hidup yang diselenggarakan bersamaan, namun ada pula ujian hidup yang dijalani sendiri-sendiri karena itu semua adalah perjalanan yang normal. "Jadi, buat orangtua jangan buat suasana yang menegangkan, buat anak-anak juga jalani ini dengan tenang dan buat penyelenggara jaga integritas," ucap Anies.

Ia juga mengatakan bahwa ujian harus dijalani dengan kejujuran dan ujian dipakai untuk mengetahui sampai sejauh mana pencapaian yang didapat. "Jadi, itu lah tujuan kita berkaca karena tujuan ujian salah satunya untuk berkaca di mana letak kekurangan dan kelebihan kita," ujarnya. (bls/yoo/ind)