Polresta Pontianak Ringkus Tersangka Jaringan Narkoba Antar Daerah

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1381

Polresta Pontianak Ringkus Tersangka  Jaringan Narkoba Antar Daerah
Komar, Tersangka Narkoba Jaringan Antar Daerah ketika berada di Mapolresta Pontianak, Rabu (13/4). (SUARA PEMRED/ YOLANDA)
PONTIANAK, SP- Nama Kampung Beting, Pontianak Timur masih menjadi zona merah peredaran narkoba di Kalbar. Pada Selasa (12/4), sekitar pukul 22.10 WIB, Satuan Reserse Narkotika Kepolisian Resor Kota Pontianak meringkus Komar, warga asal Sambas, satu di antara tersangka jaringan narkoba antar daerah.

Daerah penjualan diketahui ditujukan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Kalbar, seperti Sambas, Bengkayang dan Singkawang. Komar diringkus polisi di Jalan Imam Bonjol Pontianak.

Dari pengakuan Komar, barang haram tersebut diperoleh di Kampung Beting. Saat itu Komar menggunakan kendaraan sepeda motor dan menyimpan barang haram tersebut di dalam tas miliknya. 

“Usai dilakukan penyelidikan selama empat hari dengan membuntutinya, Komar jaringan Sambas berhasil diamankan di Imbon depan BTN,” kata Kasat Narkoba Polresta Pontianak, Kompol Abdullah Syam, di Mapolresta Pontianak, Rabu (13/4).

Dalam penggeledahan terhadap Komar yang usai mengambil barang haram di kawasan Beting Pontianak Timur tersebut ditemukan barang bukti berupa sabu lebih kurang 16 gram dan lintingan ganja 40 gram dan sedikit uang jajan. 
“Hasil introgasi kita, dia mengambil barang haram ini di Beting,” katanya.

Rencananya barang tersebut akan diedarkan di kawasan Pantura Provinsi Kalbar, Sambas, Tebas, dan sekitarnya. Dari 16 gram sabu itu bisa menjadi 16 paket hemat. Saat ini lanjut dia pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu asal muasal barang haram tersebut. 
“Di mana barang tersebut didapat kita sedang selidiki,” jelasnya.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Arief Sulistyanto mengajak masyarakat Kampung Beting, di Kecamatan Pontianak Timur, untuk bersama-sama memerangi narkoba. Ia menegaskan, Polisi tak ingin agar Beting tidak dijadikan tempat transaksi barang haram tersebut.

"Untuk memberantas narkoba di Kampung Beting, kami memerlukan kerja sama masyarakat di sana. Apa mereka mau kampung mereka dijadikan sarang narkoba sehingga stigma negatif selalu menempel di sana," kata Kapolda Arief Sulistyanto.

Arief menjelaskan, pihaknya pernah ketika melakukan razia di kawasan Kampung Beting, menemukan ada rumah penginapan dijadikan tempat untuk pembuatan bong alat pengisap sabu-sabu yang dilakukan oleh ibu-ibu di sana.

Bila perlu, menurut Kapolda Kalbar pemerintah membangun ulang kawasan Kampung Beting agar tidak kumuh. Sehingga, tidak memungkinkan lagi dalam memudahkan aktivitas,  seperti tempat dijadikannya transaksi narkoba atau hal-hal negatif lainnya.
(yoo/loh/sp)