Jamaliah, Warga Pontianak Utara Ditemukan Tewas Mengapung di Parit

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1406

Jamaliah,  Warga Pontianak Utara Ditemukan Tewas Mengapung di Parit
Tubuh Jamaliah (47), yang mengapung di Parit Tokaya Gitananda, Jalan Letkol Sugiono Pontianak Selatan, Selasa (19/4) pagi. (FOTO SUARA PEMRED/ YOLANDA)
PONTIANAK, SP – Jamaliah (47), warga Jalan khatulistiwa, Gang Famili, RT 001 RW 006, Kelurahan Batu Layang, Pontianak Utara, ditemukan tewas mengapung di Parit Tokaya Gitananda, Jalan Letkol Sugiono Pontianak Selatan, Selasa  (19/4) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga Darat Sekip yakni Duwi Kartiko (32), seorang pegawai honor di dinas PU Kota Pontianak.

Awalnya dia menduga benda yang terapung adalah boneka, namun setelah didekati ternyata sesosok mayat perempuan. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Pontianak Selatan.

Kepala Polsek Pontianak Selatan, AKP Kartyana menyatakan, berdasarkan keterangan, saksi pagi itu menuju Kantor PU untuk mengambil kendaraan mobil yang terparkir di kantornya.

Saat melintas di kawasan Parit Tokaya, dia melihat sosok mayat perempuan dalam kondisi terapung menghadap langit dengan mengenakan pakaian dalam berwarna putih dan celana pendek warna biru.

Awalnya saksi mengira itu adalah sebuah boneka.   
“Kita mendapatkan laporan atas laporan itu anggota kita langsung mendatangi TKP,” ujar Kartyana.

Setelah mendapat laporan, pihaknya kemudian melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti dan memintai keterangan beberapa saksi.

Menurut Kartyana, Hasan Bin Reje, warga Jalan Letkol Sugiono, Taman Gitananda Pontianak Selatan mengaku sebagai abang dari Jamaliah.

Dia mengatakan, terakhir melihat adiknya pada Senin (18/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Jamaliah diketahui memiliki riwayat sakit kepala akut.

“Korban tinggal dengan abang kandungnya dekat dari sini. Berdasarkan keterangan Hasan, Jamilah mengalami sakit kepala yang sudah lama dan tidak kunjung sembuh. Selain memiliki riwayat penyakit sakit kepala, Jamaliah yang berstatus janda juga kerap melamun,” terangnya.

Pihak kepolisian kemudian melakukan evakuasi dengan membawa jasad Jamaliah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum atau outopsi, namun pihak keluarga menolak dan memintanya segera dipulangkan guna disemayamkan.

“Setelah diperiksa di rumah sakit, abang kandung korban Hasan Bin Reje menolak untuk dilakukan outopsi, mereka ikhlas dengan kejadian ini,” tukasnya. (yoo/ind)