HUT Suara Pemred ke II, Berani Mengungkap Kebenaran Bukan Isapan Jempol Belaka

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1054

HUT Suara Pemred ke II,  Berani Mengungkap Kebenaran Bukan Isapan Jempol Belaka
Suasana selamatan hari jadi ke dua suratkabar Harian Suara Pemred, di Jalan Sidas, Pontianak, Senin (9/5) sore. (FOTO YODI)
PONTIANAK, SP -  Harian Suara Pemred memasuki hari jadinya yang kedua, 9 Mei 2016. Meski baru seumur jagung, sepak terjang Suara Pemred dalam mengabarkan informasi kepada masyarakat Kalimantan Barat, mendapat acungan jempol dari banyak pihak.

Tagline
“Berani Mengungkap Kebenaran” agaknya tak habis di lembaran koran di tangan pembaca.

Demikian diungkapkan  Fauzi, mantan anggota DPRD Kota Pontianak yang hadir dalam acara selamatan Hari Jadi Suara Pemred yang kedua di kantor Suara Pemred, Jalan Sidas, Pontianak, Senin (9/5) sore.

Sebagai media lokal “baru” Suara Pemred berhasil bersaing dengan sejumlah media lain yang sudah lama ada di Kalimantan Barat.

Bahkan, Suara Pemred jadi media massa pertama yang memikat hatinya untuk berlangganan. Keberanian melawan arus dan menyampaikan kebenaran fakta, jadi hal yang tak bisa ditolak. “Keberanian Suara Pemred melawan arus, membuat media lokal ini tetap survive dan dinanti masyarakat,” katanya.

Media massa yang berdiri sejak 9 Mei 2014 ini, menjadi kontrol dan media kritik terhadap semua aspek. Tak hanya pemerintahan, namun juga masyarakat secara luas.

Sewaktu masih menjabat sebagai anggota dewan kota, Fauzi kerap menyuarakan aspirasinya lewat Suara Pemred. Media massa, menurutnya, tak sekadar memberi informasi, namun juga sebagai penjaga kehidupan bermasyarakat. Ia yang kenal dekat dengan pimpinan redaksi Suara Pemred, Harry Daya juga sempat bercerita bagaimana pertemanan, bukan alasan yang bisa dipakai untuk membendung kebenaran.

Pernah suatu kali, kisahnya, rekan “kumpul” mereka memiliki kasus. Atas nama kepentingan masyarakat dan kerja jurnalistik, ulasan tentang hal itu, tetap dimuat untuk publik. “Harry Daya waktu itu cuma bilang, teman tetap teman, namun untuk pemberitaan mesti dibedakan,” ujarnya menirukan gaya wartawan senior Suara Pemred itu, sambil tersenyum.

Ucapan Fauzi, dibenarkan Eko Raharjo, Kepala Pertamina Cabang Pontianak. Menurutnya keberadaan Suara Pemred menjadi pembeda. Dua tahun keberadaannya di Kalimantan Barat memberi pilihan bagi masyarakat, mencari informasi hingga bisa mawas diri dengan berita yang lugas dan mendalam.

“Oplahnya juga pasti meningkat. Saya harap ke depan media online juga makin bersaing, sebab itu sudah menjadi gaya hidup masa kini,” harapnya.

Sementara Harry Daya tak bisa berkata banyak. Dua tahun Suara Pemred merupakan pencapaian yang penuh rintangan. Ia berharap, koran harian ini bisa terus eksis dalam waktu lama. “Jika perlu sampai kita-kita tua dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” asanya.

Acara selamatan itu dilangsungkan dengan khitmad, penuh canda tawa. Keakraban karyawan, mitra kerja dan semua yang membesarkan Suara Pemred, hangat terasa.

Potong tumpeng hingga kue dilakukan riang gembira, terutama saat bernyanyi lagu Selamat Ulang Tahun. Panjang umurnya serta mulia, seperti liriknya, yang semoga diamini malaikat. Menjadi doa yang diijabah semesta. Dalam selamatan hari jadi tersebut, juga hadir perwakilan dari sejumlah mitra Suara Pemred selama ini.

Di antaranya dari Hotel Mahkota, Hotel Aston, Hotel Transera, PT Pertamina Cabang Pontianak, Telkomsel, Semen Gresik, Bank Kalbar, mantan anggota DPRD Pontianak Ahmad Bustomi serta anak-anak dari Panti Asuhan Darul Fallah Sungai Ambawang, Kubu Raya. (bls/lis/sut)