Langganan SP 2

Kapendam XII/ Tpr Kolonel Inf Tri Rana Subekti Silaturahim ke Suara Pemred

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 796

Kapendam XII/ Tpr Kolonel Inf Tri Rana Subekti Silaturahim ke Suara Pemred
Kapendam XII/ Tpr, Kolonel Inf Tri Rana Subekti bersilaturahim ke kantor Suara Pemred di Jalan Sidas No. 19, Pontianak, Selasa (24/5) siang. (Delviana Purba/Suara Pemred)
PONTIANAK, SP- Kapendam XII/ Tanjungpura, Kolonel Inf Tri Rana Subekti bersilaturahmi ke kantor Suara Pemred di Jalan Sidas No. 19, Pontianak, Selasa (24/5) siang. Tri Rana menggantikan jabatan Kapendam XII/ Tpr dari Kolonel Inf Mukhlis sejak April 2016. Kunjungan itu merupakan silahturahmi antara media dengan Pendam XII/ Tpr.  

Bertempat di ruang  rapat Suara Pemred, Tri Rana mengatakan sangat terkesan dengan Suara Pemred dalam perkembangan pemberitaan. “Sesuai dengan semboyannya Berani Mengungkap Kebenaran,” ujarnya saat disambut hangat oleh Harry Daya, Pemimpin Redaksi Suara Pemred.

Harry Daya menyambut baik kunjungan Kapendam. Menurutnya, media tak luput dari kesalahan. Suara Pemred selalu terbuka menerima kritikan dan masukan, jika terjadi kesalahan dalam pemberitaan yang dimuat.

Harry Daya mengatakan, “Dari sisi pengemasan pemberitaan, jika ada berita seremonial yang menarik, itu akan tetap dipilih dalam isu menarik.”
 

Selanjutnya dikatakan Kapendam, mudah-mudahan ke depan Suara Pemred lebih membantu pemberitaan dalam mengungkap kebenaran. Terutama dalam memberantas narkoba di perbatasan.
“Jadi, kita berharap silaturahmi dengan media surat kabar, seperti Suara Pemred Berani Mengungkap Kebenaran,” tuturnya.
 
Seperti diberitakan berbagai media di Kalbar, khususnya di Suara Pemred, penyelundupan narkoba dari Malaysia sangat marak terjadi. Bila awalnya Indonesia, terutama Kalbar hanya menjadi jalur lalu lintas, kini narkoba dari Malaysia, China, Taiwan dan lainnya, memasuki wilayah Indonesia dengan deras.  

Pintu masuk itu adalah, wilayah-wilayah perbatasan di Kalbar dengan Malaysia. Seperti, di Entikong-Sanggau, Jagoi Babang-Sajingan-Sambas, Badau-Kapuas Hulu. 
  Banyak kasus yang terjadi tersebut mengindikasikan, betapa wilayah perbatasan merupakan wilayah yang sangat rentan dengan aksi penyelundupan narkoba.  

Penyelundupan narkoba merupakan proxy atau perang tanpa bentuk yang sangat berbahaya. Narkoba bisa menghancurkan generasi bangsa. Akibatnya, generasi muda menjadi generasi yang tidak berdaya. Lemah dan tidak memiliki kemampuan untuk membangun negara dan bangsa.  

Oleh karena itu, permasalahan narkoba menjadi konsen bersama semua pihak di tanah air. Bahkan, Presiden Jokowi juga sudah memerintahkan semua jajaran untuk waspada dan bertindak tegas dengan masalah narkoba.  

Presiden menginstruksikan pada Panglima TNI, bila ditemukan ada anggota TNI yang terlibat dalam masalah narkoba, tidak hanya oknum TNI tersebut yang akan ditindak, tapi juga komandannya. (del/lis/sut)