PT PLN (Persero) Berwenang Pindahkan Tiang Listrik di Tengah Badan Jalan di Kota Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1727

PT PLN (Persero)  Berwenang Pindahkan Tiang Listrik di Tengah Badan Jalan di Kota Pontianak
ILUSTRASI (SUARA PEMRED/ MEGA)
 PONTIANAK, SP – Sejumlah tiang listrik berdiri kokoh di beberapa ruas jalan di Kota Pontianak. Namun bukan berada di pinggir jalan, melainkan di badan jalan. Kondisi ini tentu membahayakan pengendara. Tak jarang menjadi penyebab kecelakaan.

Lihat saja di Jalan Tabrani Ahmad, Jalan RE Marta Dinata, Jalan Dr Wahidin dan sejumlah ruas jalan lainnya. Tiang-tiang listrik berjejer di tengah badan jalan. Pasca pelebaran jalan, tiang listrik yang dulunya berada di pinggir jalan, kini masuk ke badan jalan.

Raymon, warga Jalan Tabrani Ahmad mengatakan, keberadaan tiang-tiang listrik tersebut tentu membahayakan pemakai jalan, apalagi ketika malam hari, mengingat minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU). "Tiang listrik itu memakan badan jalan. Jalan yang sudah lebar masih terasa sempit. Kalau tak hati-hati kita bisa menabrak tiang listrik. Rawan terjadi kecelakaan lalulintas," ujarnya, Kamis (26/5).

Dia meminta pihak terkait serius menanggani pemindahan tiang listrik pasca pelebaran jalan dan segera mungkin dapat memindahkan tiang listrik ke kiri atau kanan jalan, sebelum menelan korban lebih banyak. “Seharusnya ada sinkronisasi antara program perusahan listrik dengan program infrastruktur pemerintah daerah sehingga posisi tiang tidak memakan badan jalan,” katanya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono tak memungkiri hal itu. Pelebaran jalan-jalan utama di Kota Pontianak memang terkendala masalah tiang listrik. Pelebaran jalan mengakibatkan tiang listrik yang sebelumnya berada di pinggir jalan, kini masuk ke badan jalan.

Sementara, kewenangan untuk memindahkan tiang menjadi tanggungjawab pihak PLN.  
“Harapan kita PLN bisa membantu memindahkan tiang-tiang listrik tersebut. Namun selama ini PLN selalu meminta ganti rugi. PLN menghitungnya begini, dianggapnya tiang yang lama itu dibuang dan tidak dipakai sama sekali.

Jadi, PLN membeli tiang baru untuk dipasang sehingga nilainya bisa mencapai Rp 5-10 Juta per tiang,” kata Edi Kamtono, belum lama ini. Edi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi antar instansi terkait, termasuk dengan jajaran PLN terkait pemindahan tiang listrik yang berada di badan jalan. Bahkan sampai melibatkan Ombudsman dan mediasi dari DPRD Pontianak.

Menurut Edi, jika pergeseran dilakukan pihak PLN dan tidak memerlukan biaya dan teknologi besar, mengapa hal itu tak kunjung dilakukan. Kecuali, jika semua dikerjakan oleh instalatir di luar PLN, tentu memerlukan biaya besar. “Tentu kita juga tidak berani melakukan sendiri tanpa dikawal mereka yang memang mengerti,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pontianak, Ismael menjelaskan, sesuai dengan hasil koordinasi pihaknya dengan Ombudsman dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pemindahan tiang listrik adalah tanggungjawab PLN. “Kami dulu pernah menganggarkan untuk pemindahan tiang listrik, tapi ternyata jadi temuan BPK. Jadi waktu itu BPK bilang jangan diulangi, karena itu memang tanggungjawab PLN,” terangnya.

Pihaknya juga sudah berulang kali menyurati PLN terkait hal ini. Namun, hingga empat tahun terakhir, tak ada gebrakan yang dilakukan. Ismail memaklumi jika yang menjadi masalah adalah anggaran. Tapi tentu hal itu tak bisa dibiarkan begitu saja.

“Semestinya bisa diprogramkan. Kalau satu tahun satu ruas jalan kan, mungkin anggarannya akan cukup. Memang berat kalau di seluruh kota langsung dipindahkan, tapi ini kan sudah berjalan selama 4-5 tahun lalu, tidak ada sama sekali kegiatan pemindahan,” tuturnya.

Menurut Ismail, permasalahan seperti ini tidak hanya terjadi di Kota Pontianak, namun juga dialami sebagaian besar wilayah di Indonesia. Pihaknya pun siap untuk berkoordinasi mencari jalan keluar. Sebab, tiang listik di tengah jalan memang membahayakan dan tak sesuai dengan Undang-undang.

“Selama ini sudah tiga hingga empat kali ganti manager PLN kota, belum ada tanggapan sama sekali. Hanya lucunya, ketika Presiden Jokowi datang, mereka ada anggaran untuk memindahkan tiang listrik, seperti di Jalan A Yani dan dekat Masjid Jami,” tambah Ismail.

Pemindahan tiang listrik tersebut merupakan kepentingan masyarakat luas. Dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mengundang PLN untuk berkoordinasi mencari solusi bersama. Hingga berita ini diturunkan, Suara Pemred belum berhasil mengkonfirmasi pihak PLN. (bls/ind)