Alasan Minta Dikerok, Siswi Malah Diperkosa

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1474

Alasan Minta Dikerok, Siswi Malah Diperkosa
ILUSTRASI KORBAN PERKOSAAN (nasional.news.viva.co.id)
PONTIANAK, SP – Baru kemarin ramai pemberitaan mengenai dugaan pencabulan terhadap siswi magang yang dilakukan dosen Untan, berinisial DP, kini peristiwa dugaan pemerkosaan terjadi.   Polresta Pontianak merilis tersangka tindak pidana pemerkosaan berinisial F (29), di Mapolresta Pontianak, Jalan Gusti Johan Idrus, Pontianak, Rabu (1/6).  

Tersangka ditangkap, setelah pihak Polresta mendapat pengaduan dari korban berinisial I (18) yang masih pelajar. Ia mengaku telah diperkosa oleh F.
  Kapolresta Pontianak, AKBP Iwan Imam Susilo mengatakan, sesuai dengan keterangan korban, perbuatan asusila itu terjadi pada Senin (30/5), sekitar pukul 02.30 WIB.  

Peristiwa diawali dari kegiatan korban bersama temannya berinisial D, mengadakan kegiatan bakar-bakar daging. Tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Nurul Huda, Gang Bestari Nomor 16F, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
  “Pada saat korban bersama rekannya selesai bakar-bakar daging, korban lalu berkunjung ke rumah pacarnya. Sesampainya di sana pacarnya tidak ada, justru yang datang adalah tersangka,” ujar Kapolres.  

Modusnya, tersangka minta dikerik (dikerok), kemudian dibawa ke kamar. Selanjutnya korban dipaksa, dan terjadilah pemerkosaan.
  Pada saat kejadian tersebut, ada beberapa saksi mata dari kejadian tersebut. Saat itu beberapa teman korban yang berada di luar rumah mendengar teriakan korban, sehingga dilakukan penjebolan pintu.  

“Dan pada saat itu menurut keterangan saksi, korban dalam kondisi sudah dalam keadaan separuh telanjang, dan sudah terjadi tindakan atau perbuatan pemerkosaan tersebut,” ungkap Kapolresta.
 

Dikatakan Kapolresta, atas perbuatannya itu, F bisa dikenakan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.   Atas kejadian ini, Kapolresta mengimbau orangtua, terus mengawasi putra putrinya, demi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagai orangtua, mestinya bisa meluangkan waktu bersama anak mereka, guna memberikan perhatian yang lebih untuk dimanfaatkan pada hal yang positif.
 

“Artinya, kejadian ini terjadi pada dini hari. Seandainya putra putrinya tidak dibiarkan keluar, mungkin tidak akan terjadi,” katanya.  

Sementara itu, kepada sejumlah wartawan, F membantah jika dirinya melakukan pemerkosaan. Menurutnya, perbuatan asusila itu dilandasi atas dasar suka sama suka.   “Iya (sudah melakukan hubungan badan). Dia yang mau juga, bukan saya memperkosa dia, sama-sama mau. Karena dia mau gak (juga) dengan saya. (kalau tidak mau) kenapa dia tidur di rumah saya, di rumah adek saya,” terangnya.  

Saat ditanya alasan mengapa korban melapor ke pihak yang berwajib, F mengatakan bahwa I merasa sakit hati, lantaran tidak dijemput dari tempat kerjanya. “Gara-gara aku tak jemput dia kerja, dia lapor ke polisi, gitu ba,” tutur F. (umr/lis)