Warga Gerebek Pasangan Gay Sedang Mesum

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 2750

Warga Gerebek  Pasangan Gay Sedang Mesum
LGBT (commons.wikimedia.org)
PONTIANAK, SP – Warga Pontianak gerebek pasangan gay sedang mesum,  di Komplek Perumahan Amy Permai, Kelurahan Pal V, Pontianak Barat, Kamis (30/6) dini hari. Keduanya berinisial PP (18) dan RT (28),  sebelumnya memang sempat dicurigai karena berprilaku mencurigakan.

Informasih yang dihimpun, saat digerebek warga, keduanya didapati hampir tak berbusana dan langsung digiring ke Mapolsek Pontianak Barat. "Kejadian sekitar pukul 01.30 WIB, warga komplek yang telah menaruh curiga terhadap aktifitas mereka,  kemudian melakukan penggerebekan dan langsung dibawa ke kantor,"  kata Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Joko Sulistiono.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya tak membantah telah melakukan hubungan seks menyimpang,  yang kini lebih dikenal dengan sebutan Lesbian Gay Bisex dan Transgender (LGBT) tersebut. "Mereka mengaku melakukan hubungan itu. Namun atas dasar suka-suka," ucap mantan penyidik di Ditkrimsus Polda Kalbar ini.

Kendati demikan, atas perkara perkara tersebut, pihaknya tidak melakukan proses hukum terhadap keduanya. Menurutnya, mereka hanya akan memanggil para orangtua dan diberikan penjelasan serta nasihat agar tidak melakukan perbuatan itu lagi. "Mereka juga diminta untuk membuatkan pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi," ujarnya.

Ketua Komisi A, DPRD Kota Pontianak, Yandi, mendukung langkah kepolisian yang tidak melakukan pendekatan hukum. Menurutnya, seorang pemuda yang memiliki prilaku seperti itu harus dilakukan pendekatan persuasif agar dapat diketahui sebab permasalahannya dan kemudian dapat diarahkan sehingga kembali normal.

"Jika dilakukan tindakan hukum tidak akan bisa mencegah masalah. Malah akan bisa berdampak buruk, terutama pada psikologis mereka," kata Yandi.

Terkait dengan kejadian itu pula, Yandi menambahkan, bahwa patut diduga telah terjadi pergeresaran prilaku pemuda di Kota Pontianak,  akibat dari minimnya sarana hiburan bagi kalangan pemuda. Baik itu untuk mengembangkan kreatifitas ataupun sarana olahraga.

"Dengan adanya kegiatan yang positif, bagi pemuda, maka tidak akan sampai mereka dapat dirasuki hal-hal yang bersifat negatif," ujarnya.  

Di samping itu, Yandi juga memastikan akan segera melakukan komunikasi lintas sektoral, baik itu pemerintah kota hingga kecamatan dan kelurahan, bahkan juga kepolisian, untuk melakukan pengawasan kepada masyarakat.

"Kita akan segera Komunikasikan ini kepada unsur pemerintah sampai ke kelurahan. Sekaligus juga meminta keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan," ucapnya. (ang/ind/sut)