Kapolresta Pontianak: 13 Pelaku Perkosaan Masih Buron

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1103

Kapolresta Pontianak: 13 Pelaku Perkosaan Masih Buron
ILUSTRASI (itoday.co.id)
PONTIANAK, SP – Dalam kasus rangkaian pemerkosaan terhadap AY (20), Polresta Pontianak menetapkan 16 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya sudah ditangkap, sementara sisanya masih dilakukan pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Disebutkan Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo, ketiga pelaku yang sudah ditangkap masing-masing dua bocah berinisial RK (12) dan BY (13) serta Hendra (20).

Namun, lantaran ada yang masih di bawah umur, kedua pelaku itu dititipkan di PLAT, sementara yang sudah dewasa ditahan di rumah tahanan Mapolresta Pontianak.

  “Pelaku RK dan Hendra diserahkan oleh pihak keluarga korban. Sementara satu orang pelaku lainnya yang berinisial BY ditangkap oleh personel kepolisian,” kata Iwan, Kamis (28/7) dalam keterangan persnya di Mapolresta Pontianak.

Dalam proses pengembangan untuk menangkap pelaku-pelaku lainnya, anggota tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran. Pelaku-pelaku tersebut, disinyalir memang tengah melarikan diri di suatu tempat, pasalnya, pencarian anggota di masing-masing rumah pelaku berakhir nihil.

“Diperkirakan pelaku lainnya bersembunyi di suatu tempat. Dan akan segera dilakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku itu,” tegasnya.  

Lebih lanjut Kapolresta menerangkan, berdasarkan laporan kepolisian yang dibuat oleh korban, terdapat dua tempat kejadian perkara. Kejadian pertama, menurutnya, terjadi pada tanggal 16 Juli 2016, di Jalan Paku Alam Sekunder, Rasau Jaya.   Saat itu, korban dijemput pacarnya, Bayu alias Alau di rumahnya,lalu kemudian langsung di bawa ke tempat kejadian.

“Ternyata di tempat kejadian sudah menunggu lima orang teman Bayu. Yang kemudian langsung melakukan pemerkosaan,” ungkapnya.  

Namun belakangan ternyata hasrat pacarnya kemudian berlanjut, dengan kembali mengajak korban pada tanggal 22 Juli 2016. Kali ini, korban dibawa ke sebuah kandang ayam di Jalan Beringin, Rasau Jaya. Tak tanggung-tanggung, korban sudah dinanti oleh 10 orang teman Bayu.

 “Pelaku saat itu diketahui tengah meminum-minuman keras. Tak dapat melawan, korban akhirnya kembali diperkosa,” jelasnya.

Kendati demikian, Kapolresta menekankan bahwa proses penyidikan masih terus dilakukan. Begitu juga jika ada laporan-laporan baru terkait perkosaan tersebut, tentu akan segera ditindaklanjuti.
“Proses penyidikan masih berlangsung. Sementara pelakunya ada 16 orang. Tidak menutup kemungkinan jika ada laporan lain, tentu bisa bertambah,” terangnya.

Para tersangka atau pelaku pemerkosaan tersebut diancam pasal 285, dan 286 dan atau pasal 289 KUHP, kata Imam.
Imam mengimbau, kepada masyarakat agar ikut serta mengawasi anak-anak mereka, baik anak perempuan atau laki-laki agar tidak salah dalam memilih teman bergaul, sehingga tidak menjadi korban kejahatan maupun malah menjadi pelaku kejahatan.

Alik R. Rosyad, Ketua Pokja Data dan Informasi KPAID Kalbar mengatakan, setiap anak yang terlibat tindak pidana dengan ancaman hukuman di bawah tujuh tahun wajib dilakukan upaya diversi. Demikian juga dengan dua anak pelaku kejahatan seksual yang ditangkap tersebut.

Dalam proses ini, anak sudah dititipkan di Polresta. Alik mengimbau kepada orangtua agar lebih mengoptimalkan pengawasan terhadap anak-anak. “Orangtua harus mengoptimalkan pengawasan, agar anak beraktivitas dan bergaul sesuai porsinya,” imbaunya. (ang/ynt
/lis)