Tidak Beretika, Koordinator SPG Marlboro Dipukuli

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 2765

Tidak Beretika, Koordinator SPG Marlboro Dipukuli
ILUSTRASI SPG (bp.blogspot.com)
PONTIANAK, SP- Gara-gara dinilai tidak beretika, seorang pemuda diduga koordinator Sales Promotion Girl (SPG) rokok merk Marlboro,  dipukuli  sejumlah pengunjung  warung kopi di  Jalan Merapi, Kota Pontianak.

Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi Rabu (27/7) kemarin,  setelah Kapolda Kalbar Brigjen Musyafak beserta jajarannya selesai berkunjung  di Warkop Asiang.

Tidak lama, ada  empat wanita cantik dan seksi, berpakaian logo Marlboro  menawari rokok kepada para pengunjung warkop.
"Tiba-tiba koordinator tim itu sambil berdiri, meminta dengan tidak sopan,  agar seorang pengunjung menghapus hasil jepretan dari handphone, suasana promosi," kata Indra, salah satu pengunjung setia Warkop Asiang kepada Suara Pemred,  Kamis (28/6).

Pengunjung lainnya juga menyesalkan tindakan koordinator tim promosi rokok Marlboro,  yang tidak meminta izin mengambil gambar dokumentasi suasana promosi dan penjualan rokok kepada para pengunjung warkop atau cafe.
 

"Dia jepret-jepret tanpa i
zin kepada pengunjung, tapi ketika ada yang ingin mengambil gambar dengan handphone, dia protes dengan alasan aturan dari kantornya," ujar Munir, yang melihat kejadian itu.

Padahal itukan tempat umum, "Jadi lucu dan mau menang sendiri, dan cara penyampaian sangat tidak sopan, seakan mengancam dan menekan. Kalau dia menyampaikan dengan sopan,  mungkin  tidak terjadi peristiwa yang tidak menyenangkan itu," ungkap Munir kepada Suara Pemred.

Suparman, pemilik Handphone meminta agar
manajemen Marlboro , jika menurunkan pegawainya ke tengah masyarakat,  lebih mengerti sopan santun dan harus bisa mengenal dengan siapa dia berkomunikasi.
 
"Harus bisa membedakan bicara dengan anak muda, dengan orang yang kita tuakan, dan seterusnya.  Kalau sudah tidak beretika, berarti manajemen perusahaan yang salah," kata Suparman.

Suara Pemred
menghubungi pihak manajemen Marlboro di Gedung Equator Jalan Ayani 2 Pontianak.
"Dulu memang pernah di sini, mereka cuma satu tahun setelah itu pindah. Manajer sulit dihubungi. Tapi kalau ketemu nanti saya kabari," kata Kadafi pengelola  gedung kepada Suara Pemred. (hd/sut)