Bisa Selingkuh di Dalam Rutan Pontianak Dinilai Pembiaran

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 7966

Bisa Selingkuh di Dalam Rutan Pontianak Dinilai Pembiaran
Dina Suci Lestari, PNS Balai Pemasyarakatan(Bapas) Pontianak. (ist)
PONTIANAK, SP- Perselingkuhan Dina Suci Lestari, PNS  Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pontianak dengan  terpidana 13 tahun penjara, mantan Kasubdit II Narkoba Polda Kalbar Idha Endri Prasetiono, merupakan pembiaran.  

“Pantas saja rutan dan lapas selama ini identik dengan peredaran narkoba, karena memang karyawannya bermoral bejat,” kecam Tobias Ranggie, seorang praktisi hukum di Kota Pontianak, Rabu (10/8).    

Tobias menegaskan, bukti pembiaran ini antara lain berdasarkan pengakuan Dina, istri seorang jaksa di Kalimantan Barat. Dina  bisa berselingkuh dengan Idha hingga larut malam di Rutan Pontianak.
 

 Idha bebas ke luar dari blok tahanan hingga larut malam. Dalihnya, mengambil obat yang dibeli Dina dari luar rutan. Menurut Tobias, ini membuktikan adanya  hubungan khusus.    

“Lagipula, sesuai ketentuan, seseorang yang menjalani hukuman lebih dari dua tahun penjara dan sudah berkekuatan hukum tetap, apa pun alasannya harus dipindahkan ke lapas. Kenapa Idha sampai sekarang masih dibiarkan ditahan di rutan? Padahal,  putusan hukumnya sudah berkekuatan hukum tetap, yakni 13 tahun penjara,” kata Tobias.
 

Menurut Tobias, terungkapnya perselingkuhan Dina dan Idha membuktikan bahwa orang berduit bisa mengatur segalanya selama dalam tahanan.  

Tobias menilai, tidak menutup kemungkinan kekuatan uang bisa membuat hubungan asmara Dina dan Idha dibiarkan hingga lebih enam bulan.  

“Dina Suci Lestari mesti ditindak tegas, apa pun alasannya karena merusak citra pegawai Bapas Pontianak khususnya, dan PNS secara keseluruhan,” ujar Tobias.  (ova/aju/pat/sut)