Kiprah Denhanud 473 Paskhas Menjaga Bumi Khatulistiwa (Bagian 1)

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1744

Kiprah Denhanud 473 Paskhas Menjaga Bumi Khatulistiwa (Bagian 1)
Prajurit Denhanud 473 atau dikenal dengan nama Panah Khatulistiwa berlatih fisik di Yonko 465 Brajamusti.(ist)
Satuan Elit Pemilik Empat Kemampuan PSU  

Gagah berani, pantang menyerah, dan memiliki kemampuan tempur
pertahanan serangan udara (PSU) merupakan kehebatan Detasemen Pertahanan Udara Nasional (Denhanud) TNI AU. Di antaranya, Den Hanud 473 Paskhas Kuntawijayandanu yang bermarkas di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya.
 

DIKENAL dengan nama Panah Khatulistiwa, Denhanud 473 merupakan bagian dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). Satuan ini dibentuk pada 17 Oktober 2013, berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor 2 Tahun 2013 tentang Validasi Organisasi dan Tugas Korps Pasukan Khas dan Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor 6 Tahun 2013 tentang Validasi Organisasi Korpaskhas.
 

Denhanud 473 merupakan bagian dari Komando Utama (Kotama) terpenting dalam kekuatan
Markas Besar TNI. Kohanudnas berfungsi sebagai mata dan telinga yang mengawasi berbagai pergerakan pesawat udara yang melintasi wilayah Indonesia.

Kohanudnas didirikan pada
9 Februari 1962.
  Sebagai bagian dari Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas), Denhanud 473 bertanggung jawab ke Pangkohanudnas. Namun dalam pembinaan personel, kami berada di bawah Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU,” ujar Komandan Denhanud 473 Panah Khatulistiwa, Mayor Pas Anang Baskoro kepada Suara Pemred di markasnya, baru-baru ini.  

Menurut perwira lulusan Sekolah Calon Perwira Prajurit Karir (Sepa PK) 98 ini, Denhanud merupakan pengawal keamanan wilayah Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya, Denhanud didukung oleh Satuan Radar TNI-AU, terutama yang ditempatkan di Kpta Pontianak dan sekitarnya.

Denhanud 473 juga berintegrasi dengan data dari radar-radar sipil.
  Secara khusus, Denhanud 473 yang diperkuat oleh 100 personel, memiliki kemampuan melaksanakan Operasi Pertahanan Udara (Hanud), Operasi Perebutan dan Pengendalia Pangkalan Udara (OP3U), Operasi Search And Resque (SAR), dan Operasi Anti Teror Terbatas.   “Prajurit Denhanud juga memiliki kemampuan untuk deploy ke daerah operasi secara cepat melalui udara (airbone), dan yang paling utama adalah operasi pertahanan udara untuk objek-objek vital negara, misalnya bandara,” paparnya.  

Sebagai bagian dari Paskhas TNI-AU, prajurit Denhanud 473 Panah Khatulistiwa juga memiliki kemampuan pasukan khusus AU, yang menjadi satu-satunya pasukan berkualifikasi terlengkap di dunia. Prajurit Paskhas memiliki berbagai kemampuan tempur khas matra udara, seperti Pengendali Tempur (Dalpur), Pengendali Pangkalan (Dallan), SAR Tempur, jumping master, dan Pertahanan Pangkalan (Hanlan).
 

Kemampuan Hanlan Paskhas meliputi pertahanan horizontal (hanhor) dan pertahanan vertikal (hanver), Penangkis Serangan Udara (PSU), jungle warfare, air assault (mobile udara/mobud), raid operation hingga kemampuan antiteror aspek udara, atau yang dikenal sebagai Atbara (Anti Pembajakan Udara).
 

Selain itu, Paskhas TNI-AU mahir pula bertempur di hutan, perkotaan, laut maupun pantai. Paskhas juga memiliki kemampuan spesialisasi kematraudaraan, yang meliputi pengaturan lalu-lintas udara (PLLU), meteo, komunikasi-elektronika (komlek), perminyakan (permi), zeni lapangan (termasuk pionir dan tali-temali,), intelijen tempur, kesehatan, ground handling, pemadam kebakaran (PK), angkutan, perhubungan (PHB).
 

“Kita juga menguasai kemampuan khusus untuk menginformasikan tentang fasilitas penerbangan sebelum pesawat datang, jarak pandang (visibility), kecepatan dan arah angin, suhu dan kelembaban udara, serta ketinggian dan jenis awan,” kata Mayor Pas kelahiran Surabaya, 17 Juli 1972 ini.
 

Kemampuan-kemampuan tersebut erat kaitannya dengan penembakan sasaran maupun penerjunan pasukan, dan membantu mengendalikan pesawat tempur untuk penembakan atau pengeboman sasaran (Ground Forward Air Control/GFAC). Selain itu, ada juga kemampuan khusus sebagai Air Traffic Controller (ATC) di bandara.
 

Karena Denhanud bagian dari Paskhas TNI AU, mereka juga merupakan pasukan komando, maka dalam melaksanakan operasi tempur, jumlah personel yang terlibat relatif sedikit. Jika melaksanakan tugas rahasia, senyap dan khusus, akan melibatkan Satuan Bravo Paskhas dan Den Dalpur Paskhas.
 

Sementara dalam operasi tempur yang memerlukan serangan besar-besaran, melibatkan Pasukan Parako PPRC Paskhas dan Arhanud PSU Paskhas serta Batalyon Bantuan Tempur Paskhas.
 

“Bergerak, bertempur, pasukan pantang mundur. Tidak perlu peluru berhambur
an. Cukup dengan pisau sangkur, inilah doktrin Paskhas. Kami juga dididik untuk kuat dengan motto, Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana, yang berarti, kerjakanlah tugasmu dengan rasa tanggung-jawab, tanpa menghitung untung maupun rugi, tanpa pernah bertanya apa akibatnya nanti, apalagi berpikir apa yang akan diterima oleh diri sendiri,” tuturnya. 
 

Kehadiran Denhanud 473 Panah Khatulistiwa di Lanud Supadio, semakin memperkuat keamanan Kalbar dari serangan udara musuh. Apalagi, satuan elit ini dilengkapi dengan Oerlikon Skyshield MK2, senjata penangkis serangan udara (PSU) tercanggih dan terbaru.

Mengenai kecanggihan Oerlikon Skyshield MK2 dalam menjaga Bumi Khatulistiwa, ikuti tulisan bagian kedua. (aep mulyanto/pat/bersambung/sut)