Pemkot Pontianak Targetkan Penanganan Kawasan Kumuh Tuntas Dua Tahun Lagi

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1358

Pemkot Pontianak Targetkan Penanganan Kawasan Kumuh Tuntas Dua Tahun Lagi
ILUSTRASI (ist)
PONTIANAK, SP- Saat ini, bentangan luas kawasan pemukiman kumuh di Kota Pontianak masih 50 hingga 60 hektar. Pemkot Pontianak menargetkan akan menuntaskan penanganan kawasan kumuh ini dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

“Dalam kurun waktu satu tahun, kawasan kumuh yang berhasil ditangani Pemkot Pontianak mencapai seluas 15 hektar. Saya yakin dua tahun ini selesai,” kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji usai menutup Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Tingkat Kota Pontianak di Hotel Orchardz Perdana, Kamis (8/9) sore.

Wali Kota yang digadang maju dalam Pilgub Kalbar itu menginginkan ketika memasuki Millennium Development Goals (MDGs) 2019, semua kawasan kumuh sudah tuntas setahun sebelumnya. Dengan demikian, program 100 0 100 bisa diwujudkan.

Program 100 0 100 merupakan target yang ditetapkan dalam agenda membangun perumahan dan kawasan pemukiman, terdiri dari 100 persen akses air bersih, 0 persen wilayah kumuh dan 100 persen akses penduduk terhadap sanitasi yang layak.

Pengentasan kawasan kumuh pun terus diupayakan. Revitalisasi baik itu pemukiman, saluran air, sanitasi hingga air bersih terus digenjot tiap tahunnya. Kaitannya dengan air bersih, Sutarmidji menjanjikan di tahun depan sebanyak 300 hingga 400 gang akan dipasang pipa tersier. Tujuannya memberi akses air bersih seluas-luasnya ke masyarakat.

“Kita optimis bisa mencapai target 100 persen air bersih maupun 0 persen wilayah kumuh. Tapi untuk mencapai 100 persen penanganan sanitasi, butuh kerja keras dari semua pihak,” pintanya.

Dijabarkannya, untuk sanitasi pada rumah tangga, atau MCK tidak jadi masalah. Tapi untuk penanganan air limbah mesti kerja keras. Bagaimana menangani jangan sampai air limbah masuk di saluran-saluran primer. Kendati demikian, hal itu diyakininya bukan perkara mustahil.

“Yang penting konsisten dan kontinyu. Terlebih melihat progres-progres yang ada saat ini,” katanya.

Sebelumnya Samidin, Koordinator Forum Komunikasi (BKM) Pontianak menjelaskan, pihaknya memang fokus pada kawasan kumuh. Lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), sejak 2016 ini yang merupakan transformasi dari PNPM Mandiri, pihaknya tidak lagi menyisir per gang, namun kawasan.

“Kotaku tidak per gang, tapi kawasan. Mudah-mudahan dengan adanya program ini, daerah kumuh di Pontianak yang sudah terpetakan kurang lebih 70 hektar yang terbagi di 18 kelurahan bisa dijadikan nol,” katanya, Selasa (26/4).

Rencananya, program ini akan berlanjut hingga 2019. Menurut data yang dimiliki, wilayah terkumuh Pontianak berada di Pontianak Timur, Pontianak Utara dan Pontianak Barat. Di mana sebagaian besar berada di wilayah pesisir. Untuk tahap awal, pihaknya berfokus di Pontianak Barat. Di wilayah pesisir tersebut, misalnya Tembelan Sampit, dari tujuh indikator kawasan kumuh, segi sanitasi dan jaringan air bersih yang jadi masalah.

Dikatakan Samidin, rata-rata sanitasi penduduk di sana tanpa sepiteng. Sementara kawasan Pontianak Barat ada di Sungai Beliung, Sungai Jawi Dalam dan Sungai Jawi Luar. “Di BKM ada yang namanya monev, ada dapat dana dari Bantuan Langsung Masyarakat dengan sumber dana dari Islamic Development Bank,” pungkasnya. (bls/ind/sut)