Wakil Wali Kota: Pontianak Bebas Penyakit Rabies

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1034

Wakil Wali Kota: Pontianak Bebas Penyakit Rabies
ILUSTRASI Hewan Anjing (rimanews.com)
PONTIANAK, SP- Wakil Wali Kota mengatakan untuk di Kota Pontianak Pontianak sampai saat ini dinyatakan bebas dari penyakit rabies. Jika pun ada pasien yang tercatat di Pontianak, itu adalah pasien rujukan daerah yang dirawat di Rumah Sakit Soedarso.

“Alhamdulilah Pontianak bebas rabies. Tidak ada kasus tapi kita perlu mengantisipasi,” kata Edi Rusdi Kamtono.

Menurut Edi, bebasnya Pontianak dari rabies tak lepas dari tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan dan lingkungan. Edi menilai kesadaran masyarakat sudah baik, meski belum bisa dikatakan tinggi.

Di Kalimantan Barat sendiri tercatat sembilan kabupaten yang memiliki kasus rabies. Sembilan orang meninggal. “Masyarakat sadar bahwa hewan itu bisa jadi sumber penyakit. Kita harap Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan tetap mengawasi dan harus merazia penyakit yang disebabkan oleh hewan. Misal pada warga yang pelihara anjing, sapi, burung dan sebagainya,” tambahnya.

Edi pun rutin mengingatkan warga untuk memvaksinasi peliharaannya. Salah satunya saat acara Dog Lover beberapa waktu lalu. Komunitas pecinta satwa di Pontianak ia harap rutin berkomunikasi dengan dinas terkait dan ikut vaksinasi.

“Dulu kan 2014 terakhir, kenapa muncul di 2016? Ternyata anjing begitu digigit, tidak langsung muncul virusnya, ada masa inkubasi. Yang sakit lantas dimusnahkan. Tapi yang inkubasi ini setelah beberapa lama muncul lagi. Mungki fisiknya melemah, sakit, jadi muncul virus itu,” jelas Edi.

Untungnya, di Pontianak tak banyak ditemui anjing liar. Kalaupun ada, sudah ada komunitas pecinta anjing yang akan mengadopsi mereka. Para pemelihara anjing pun sudah jarang melepas anjing mereka.

Rata-rata dikandangi dan dirawat dengan serius. Terkait lalu lintas anjing yang mungkin saja masuk ke Pontianak dari daerah lain yang memiliki kasus rabies, Edi menyebutkan hal itu mungkin terjadi.

Namun, persentasenya kecil. “Bisa saja terjadi jika mereka lewat perbatasan pinggiran Kota Pontianak, tapi karena mereka ini ada di daerah hulu, kita agar terprotek, meski tidak menutup kemungkinan,” pungkasnya. (tim sp/and/ sut)    

Komentar