Langganan SP 2

Pembangunan Pasar Tengah, Pontianak Ditarget Rampung Desember 2016

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 899

Pembangunan Pasar Tengah, Pontianak Ditarget  Rampung Desember 2016
GRAFIS (SUARA PEMRED/ MEGA)
PONTIANAK, SP – Pembangunan Pasar Tengah, Kota Pontianak yang dimulai sejak Juli 2016 ditargetkan selesai bulan Desember. Namun hingga akhir September, pengerjaannya baru mencapai 30 persen.  

Akibatnya, kucuran dana bantuan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang digunakan dalam pembangunan senilai Rp53 miliar, terancam dicabut bila target tersebut tak tercapai.  

“Kita harus memacu pengerjaan di Oktober awal mencapai 40-60 persen. Supaya nanti di akhir pengerjaan tidak ada kendala. Terutama dana ini kan dana bantuan dari pusat, jika tidak terserap di akhir bulan Desember, dana ini akan hangus,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, kemarin.  

Edi mengklaim hingga akhir September pengerjaan berjalan lancar. Pihaknya menargetkan pengerjaan harus di atas lima persen dari curva x yang sudah direncanakan. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi titik-titik kritis, jelang musim penghujan yang turun di akhir tahun.  

Sekaligus memininalisir penumpukan kerjaan di sisa waktu yang ada. Bula Desember, paling tidak ditargetkan sudah rampung pada tanggal 20.  

“Sehingga tidak kewalahan juga menyelesaikannya. Kedua, semakin cepat pasar itu jadi, semakin cepat juga bisa difungsikan. Pedagang yang sekarang mendiami kios-kios sementara, bisa kembali masuk ke kios-kios yang sudah ditentukan,” terangnya.  

Pasar ini dijadikan pilot project pembangunan pasar di seluruh Indonesia. Di tengah lesunya perekonomian, diharapkan pasar tersebut mampu membuat ekonomi kota terus tumbuh.

Sebagaimana yang diinginkan Kementerian Perdagangan dan Komisi VI DRP-RI saat peninjauan awal September lalu.
  Edi meyakini jika petunjuk dari tim perancang diikuti kontraktor, target tersebut akan tercapai.

 Namun jika tidak, mantan Kadis PU ini khawatir pekerja akan kewalahan jelang akhir penyelesaian.

  “Kalau bisa bekerjanya juga simultan. Selesai satu sambil menyiapkan yang lain agar bisa langsung dan tidak putus,” inginnya.  

Sebelumnya, kontraktor proyek, dari PT Gunakarya Nusantara, Hendrik menargetkan akhir September proyek ini sudah mencapai 35 persen.   “Sudah enam blok yang dikerjakan, dari total tujuh blok. Satu blok lagi sedang proses adendum terkait kesiapan lahan yaitu blok Brantas, perkiraan minggu depan sudah bisa dikerjakan," jelasnya.  

Enam blok yang sudah dikerjakan tersebut melibatkan 360 pekerja yang masing-masing blok dikerjakan 60 orang. Satu blok rata-rata berukuran 75 meter x 14 meter terdiri dari dua lantai.

Pekerjanya sendiri sebagian besar berasal dari luar Kalbar seperti Jawa dan Sumba.   "Jam kerjanya mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Selang satu kali istirahat makan siang. Jika ada yang lembur mulai dari habis maghrib sampai pukul 22.00 WIB," pungkasnya.  

Pada awal September kemarin, delapan anggota Komisi VI DPR RI Bidang Perdagangan meninjau pembangunan tersebut. Pelaksana Tugas Ketua Komisi VI DPR RI, Lili Asjudireja mengatakan Departemen Pedagangan RI menargetkan pembangunan 5000 pasar dalam lima tahun.

Setiap tahun, paling tidak 1000 pasar dibangun. Salah satunya Pasar Tengah di Pontianak.   Pemerintah Kota Pontianak dinilai sukses dalam pembangunan terkait koordinasi dengan pedagang.

Dalam persiapannya, tak terjadi gejolak antara pemerintah dan pedagang. Komisi VI pun berkunjung untuk melihat langsung. Meninjau bagaimana metode pembangunan, program dan proses di lapangan.


Kerja Lembur

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Satarudin mengaku optimis jika pengerjaan pasar tersebut tuntas Desember mendatang.

 Pasalnya,  masih ada jangka waktu tiga bulan sebelum batas target yang diberikan Kementerian Perdagangan.
“Saya kira semua akan selesai dalam sisa waktu itu. Pihak pelaksana tentu sudah memikirkan,” ujarnya, Minggu (2/10).

Namun demikian, menurutnya jika hal ini tidak selesai akan menjadi kerugian besar. Sebab artinya pembangunan pasar ini harus dimulai lagi tahun 2017.

Untuk itu, jika diperlukan pengerjaannya harus dengan kerja lembur agar cepat selesai. Sokongan dana yang diberikan pusat, harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Kota Pontianak.

   Menurut Satar, jika pembangunan pasar ini tepat waktu, tentu roda perekonomian bisa berputar. Apalagi ini merupakan pasar yang bisa jadi ikon kota.

“Semua pedagang asli yang kini tengah berjualan sementara tidak perlu khawatir tidak akan mendapat kios. Semua pedagang pasti akan dapat karena sudah didata oleh Disperindagkop,” ujarnya. (bls/and/sut)