Ketika Nilai Estetika Berkelindan dengan Subyek dan Obyek

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1039

Ketika Nilai Estetika Berkelindan dengan Subyek dan Obyek
Deni Junaidi didapuk sebagai pembicara untuk bukunya berjudul "Estetika; Jalinan Subjek, Objek dan Nilai" di Rumah Radakng, Jalan Sultan Syahrir, Pontianak, Sabtu (29/10) sore. (nana arianto/suara pemred)
Sesuatu tentu saja tidak bebas nilai. Semua yang ada di dunia ini, tidak terpisahkan dengan sebuah nilai-nilai. Karena itu, bagaimana menerjemahkan suatu nilai pada suatu obyek dan subyek, tentu saja menarik untuk dipelajari.

Itulah risalah dalam bedah buku penulis dari Yogyakarta, Deni Junaidi. Deni menulis buku dengan judul "Estetika; Jalinan Subjek, Objek dan Nilai".

Sekilas saja judul buku itu sudah membuat orang mengkerut jidatnya.  
Acara bertempat di Rumah Radakng, Jalan Sultan Syahrir Pontianak, Sabtu (29/10) sore.

Banyak peserta yang hadir. Ada remaja, anak sekolah dan anak-anak muda. Meski terlihat serius dan antusias saat pelaksanaan diskusi, banyak juga dari peserta yang agak bingung dengan tema diskusi.

Pasalnya, buku itu bercerita dan membedah berbagai persoalan estetika, pada berbagai karya seni. Seperti, seni lukisan, patung, kriya, desain grafis, desain interior, fotografi, film, teater, musik, tari, sastra, pedalangan, game, seni instalasi, seni konsep, performance art, maupun jenis lainnya.

"Bedah buku kali ini cukup berat, karena membahas tentang jalinan seni yang melibatkan filsafat, budaya dan agama, serta masih banyak lagi," kata seorang peserta kepada Suara Pemred.

Meski begitu, pada sesi tanya jawab, banyak peserta bedah buku yang segera tunjuk tangan untuk bertanya. Pertanyaan seputar bagaimana menyikapi seni dan keterkaitannya dengan agama pun, terlontar dari peserta. Ketika menjawab keterkaitan seni dan agama,

Deni pun membenarkan adanya kaidah dan nilai yang terkadang membuat seni itu menjadi kurang ekspresi. Misalnya, persoalan dalam seni Islam, tidak sebebas mengekspresikan diri dibandingkan seniman liberal. Yang memakai standar kebebasan berekspresi.

Buku ini memetakan banyak persoalan estetika dalam keterkaitannya dengan kajian ilmu lain. Antara lain, filsafat, psikologi, semiotika, sosiologi, antropologi, sejarah, agama, ekonomi, politik dan lainnya. Begitu pula jalinan antara subjek, objek, dan nilai dalam proses estetis, dikaji secara komprehensif.

Pada persoalan subjek, pembahasan diarahkan ke pengalaman spektator maupun kreator. Di wilayah objek, kupasannya meliputi objek natural dan kultural, baik seni maupun non seni. Dalam ranah nilai, diskusi meliputi ekspresi nilai estetis dalam bentuk order, chaos, sublim, atau desepsi, maupun posisi nilai estetis terhadap nilai lain.

Seperti nilai etis. Untuk memperjelas konsep tersebut, banyak skema dan image karya seni ditebar di halaman buku ini. Lalu, siapa Deni Junaidi? Dia adalah dosen estetika dan sejarah seni, pada Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selain itu, ia juga seorang jurnalis. (nana arianto/lis/sut)