Buku 'Mustahil Miskin', Kupas Penyakit Hutang dan Keluarga

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 2282

Buku 'Mustahil Miskin', Kupas Penyakit Hutang dan Keluarga
- Luqmanulhakim memberikan materi pada acara bedah buku Mustahil Miskin, di Rumah Radakng Pontianak,Minggu (30/10). SUARA PEMRED/NANA
Bedah buku "Mustahil Miskin,"  karya Luqmanulhakim mendapat sambutan antusias dari warga Kota Pontianak, di Rumah Radakng Pontianak, Minggu (30/1) pada acara Kalbar Book Fair (KBF) 2016.

Kali ini acara bedah buku sedikit berbeda. Peserta acara dodiminasi para orangtua daripada anak muda, pada acara bedah buku sebelumnya.

Luqmanulhakim, dengan stelan kaos lengan panjang dan surban, didaulat menjadi pembicara pada hari ke-5, gelaran KBF. Bukunya "Mustahil Miskin" menjadi buku yang kesekian dibedah dalam gelaran iven tersebut.

Tapi kali ini, Mustahil Miskin, bukanlah buku sembarangan yang dikenalkan. Isi dalam buku ini ternyata menjadi referensi pegangan hidup bagi penikmat buku bacaan untuk rohani. 

Bila dipraktekkan, pesan disampakan sangatlah manjur mengatasi problem  kehidupan.
Lukmanulhakim mengatakan seseorang muslim tidak akan mengalami kemiskinan baik materi maupun jiwa jika dekat dengan Allah SWT.

"Seseorang yang dekat dengan Allah akan mendapatkan ketenangan jiwa," katanya.

 Karena orang yang dekat dengan Allah tidak akan merasakan miskin. Penulis buku yang juga ustad tersebut mengingatkan umat muslim untuk selalu dekat dengan Allah SWT. Karena dekat dengan Allah, akan merasakan kehadiran Allah dan mendapatkan anugerah.

Buku Mustahil Miskin menurut dia adalah jargon yang digaungkan bahwa manusia sebagai makhluk tidak akan miskin jika selalu mengingat Allah SWT.

Ia menambahkan, sukses itu tidak seperti yang dilihat, tetapi yang dirasakan. Kunci sukses terdiri dari ketenangan, kebahagiaan dan keberkahan.


"Seperti PHK. Penyakit, hutang dan keluarga, kerap dialami oleh orang" kata Luqmanulhakim, disambut tawa peserta.


Bila penyakit ini tidak diobat bisa menyebabkan kegalauan. Terutama mereka yang memiliki gaya hidup lebih. Karena, bila orang selama ini ingin mengejar kekayaan, bukan semata-mata tentang uang yang bisa mengatasi persoalan.

Ia mencontohkan, berapa banyak orang yang banyak uang, tetapi tidak bisa membeli kebebasannya sendiri. "Orang yang sibuk ke sana- kemari mencari uang walau banyak, tapi tidak punya waktu untuk keluarga," katanya.

Contoh lain, ada orang sakit yang bisa berobat dengan biaya mahal, tapi orang tersebut justru dilarang oleh dokter makan sembarangan. Atau ada seorang pejabat yang punya kekuasaan dan uang melimpah, tapi ia justru tidak pernah menjadi imam untuk anak istri di rumah.

Sejumlah contoh tadi adalah masalah yang nyata dihadapi banyak orang.  Bahkan, gara-gara tulisannya, Luqmanulhakim kerap didatangi berbagai kalangan untuk diminta penasehat.

Mereka yang datang mulai dari pejabat, pengusaha, hingga  orang biasa.
 "Masalahnya macam-macam, ada yang bermasalah dengan utang-piutang, kelancaran bisnis sampai masalah rumah tangga" ungkapnya.

Cerita Luqmanulhakim tadi pun mendapat respons yang baik dari peserta yang hadir. Satu di antara pertanyaan dilontarkan seorang peserta adalah, mempertanyakan aktivitas Luqmanulhakim yang selalu berdakwah lewat media sosial.

"Itu karena anak-anak muda sekarang lebih banyak di sosmed daripada di masjid. Daripada menyuruh mereka datang ke masjid, tapi tak datang-datang, bagus kita saja yang menyusul mereka ke sosmed" katanya.

Sebelumnya bedah buku juga diisi penulis buku dari Jakarta, Yogyakarta dan Pontianak. Tema buku mulai dari yang ngepop, serius, hingga yang agamis. Pameran dan bedah buku dilakukan dalam rangka kampanye dan mengajak orang untuk datang ke perpustakaan. (nana arianto/ant/loh)