Polresta Pontianak Amankan Kakek Penjual Es Tersangka Cabul

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1094

Polresta Pontianak Amankan Kakek Penjual Es Tersangka Cabul
Tersangka cabul berada di Mapolresta Pontianak (SP/ YUDI)
PONTIANAK, SP – Tergiur dengan kemolekan tubuh wanita, M seorang kakek penjual es di Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya tega memperkosa gadis berusia 15 tahun. Tidak hanya sekali, aksi bejat tersebut dilakukannya berulang kali.

Saat melakukan aksinya, M juga kerap mengancam  korban agar tidak melapor. Terungkapnya kasus ini berawal ketika korban merasa tertekan dan  menceritakan kepada keluarga. Mengetahui kejadian tersebut, keluarga langsung melapor ke Mapolsek Sungai Ambawang Senin, (31/11). 

Polisi yang menerima laporan,  langsung menangkap M di kediamannya. Kemudian pada,  Rabu (2/11), M digiring ke Mapolresta Pontianak untuk dilakukan pendalaman kasus.


Ditemui di Polresta Pontianak, M yang mengenakan baju kaos warna abu-abu berkilah tidak melakukan pemerkosaan. "Saya hanya pegang buah dada dan kemaluannya saja. Kemudian saya suruh dia pegang kemaluan saya. Hanya itu, tidak lebih," bantahnya.

M mengaku, aksi bejat itu dilakukannya sebanyak dua kali di rumahnya pekan lalu,  karena bergairah melihat bentuk tubuh korban.
"Awalnya dia beli es ke rumah saya. Dia pakai baju kaos oblong saja, saya jadi terangsang, waktu itu dia tidak nangis, karena saya hanya pegang, bukan perkosa,” kilahnya.

Sementara itu, S paman korban meminta pihak kepolisian untuk menegakkan keadilan dalam kasus ini. "Keponakan saya ini korban kedua. Sebelumnya sudah ada yang menjadi korban," cetus S.

Ia menilai perbuatan yang dilakukan oleh M kepada keponakannya sangat tidak manusiawi dan telah merusak masa depan keponakannya. Saat ini lanjut S, korban mengalami trauma akibat diancam. “Keponakan saya juga sekarang malu datang ke sekolahnya,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean membenarkan jika pihaknya menerima pelimpahan kasus pemerkosaan tersebut. "Tersangkanya masih diperiksa, masih didalami perbuatannya apakah hanya pencabulan atau lebih dari itu," kata Andi Yul.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kemungkinan tersangka akan dijerat dengan Undang undang Perlindungan Anak. (yod/jee/sut)