Sering Bertengkar, Amoy Ditemukan Tewas di Kamar

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1466

Sering Bertengkar,  Amoy Ditemukan Tewas di Kamar
Hamidah terlihat syok melihat jenazah Nurma, di dalam kamar rumah, Jalan Dr Wahidin, Pontianak Kota, Rabu (2/11).(ist)
PONTIANAK, SP - Norma Minita alias Amoy (29) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar rumahnya, Jalan Dr Wahidin, Gang Sepakat 2, Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (2/11). Sebelum meninggal, Norma sempat bertengkar dengan sang suami. Informasi penemuan mayat wanita yang diduga korban gantung diri berawal dari masyarakat sekitar.

Pihak Polsek Pontianak Kota langsung melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melihat  jenazah seorang wanita berkulit putih sedang tergantung di dalam kamar.


Mayat korban pertama kali ditemukan oleh sang keponakan, Irfan Dzaky (13) sekitar pukul 13.20 WIB. Saksi kala itu baru pulang dari sekolah bersama ibunya, Yulianti Fitria (kakak ipar korban).

Saat tiba di rumah, kedua saksi curiga melihat pintu kamar korban terbuka lebar dan sontak terkejut melihat jenazah korban tergantung di lubang angin ventilasi pintu dengan menggunakan seutas tali dari kain.

Yulianti kemudian meminta bantuan para tetangga, untuk melaporkan kejadian ini ke polisi. Seorang tetangga, Yeni mengatakan, sebelum Norma mengakhirinya nyawanya, dia sempat cekcok dengan sang suami.

“Dia (Norma) kerap berantem dengan sang suaminya. Setiap mereka berantem, Norma selalu mengancam akan bunuh diri,” terangnya.

Menurut Yeni, dalam kesehariannya yang bersangkutan dikenal baik dengan para tetangga. Tak ayal, peristiwa ini membuat dirinya terkejut dan tak menyangka melihat Norma nekat mengakhiri hidupnya. 

“Dia anaknya baik dengan para tetangga. Bukannya mencampuri urusan rumah tangga orang lain, namun pertengkaran keduanya kerap terdengar oleh para tetangga,” katanya.

Sementara suami korban, Yulianto terlihat syok. Tubuhnya sontak tak berdaya ketika melihat mayat sang istri terbujur kaku di atas tempat tidur (usai diturunkan). Tak sedikit pun kata yang keluar dari mulut Yanto sapaannya.

“Maaf,” demikian sepatah kata yang terucap dari mulut Yanto.

Ibu kandung korban, Hamidah tampak histeris melihat anaknya yang baru menikah dua tahun yang lalu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Seakan tak percaya, wanita paruh baya ini berkali-kali memeluk jenazah korban dan berteriak mencoba untuk membangunkan sang anak yang sudah meninggal satu jam yang lalu.

“Dia sempat mengirim SMS kepada orangtuanya dan menyampaikan rasa sayang,” terangnya.

Menurut pengakuan ibu korban, sang anak belum lama ini sempat menyurahkan isi hatinya, terkait persoalan rumah tangga korban dengan sang suami yang memiliki wanita idaman lain.

“Yanto (suami korban) suka menyakiti perasaan Norma, suka bermain dengan perempuan lain, dan sama sekali tidak perduli sama istrinya,” ungkap sang ibu.

Bahkan, persoalan rumah tangga keduanya sempat diselesaikan dan difasilitasi oleh pihak keluarga, namun bukannya memperbaiki diri, sang menantu justru mengulangi perilaku buruknya dan diketahui oleh korban.

Tak jauh dari jenazah korban, pihak kepolisian setempat menemukan selembar kertas catatan kecil, yang diduga ditulis oleh korban.

Kejadian tersebut, sempat membuat masyarakat sekitar geger, dan berbondong-bondong menuju tempat kejadian perkara, untuk mengetahui peristiwa tengah bolong itu. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan resmi, terkait penemuan mayat wanita yang diduga akibat gantung diri.   (bob/loh/sut)