Teror Bom Gereja di Samarinda, Ini Instruksi Kapolda Kalbar

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 1265

Teror Bom Gereja di Samarinda, Ini Instruksi Kapolda Kalbar
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Musyafak (SP)

PONTIANAK, SP – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Musyafak memerintah para Kapolres dan Kapolsek meningkatkan kesiagaan guna mencegah terjadinya aksi teror bom seperti terjadi di salah satu gereja Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11).

“Kapolda menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk memberdayakan Bhabinkamtibmas dam melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kunjungan dari rumah ke rumah,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi, Minggu (13/11).

Dikatakan Suhadi, Kapolda Kalbar juga meminta kepala satuan wilayah bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat. “Agar peristiwa di Samarinda tidak terjadi di Kalbar,” ujar Suhadi.

Kapolda juga menginstruksikan jajarannya yang berada di wilayah perbatasan, meningkatan pengawasan, patroli terpadu bersama pasukan lintas batas TNI. 

Mantan narapidana Puspitek Serpong, berinisial J, pada Minggu pagi waktu setempat, melemparkan bom di molotov di depan Gereja Oikumene Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur.

Tercatat lima anak-anak mengalami luka akibat ledakan bom. Sementara tersangka J telah diamankan Polres Samarinda.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, tersangka J merupakan mantan narapidana bom Puspitek yang bergabung dengan kelompok Pepy.

"Setelah bebas, dia bergabung dengan kelompok JAD Kaltim, yang memiliki link dengan kelompok Anshori di Jatim yang diindikasikan mendatangkan senjata api dari Filipina," kata Boy. (ang/bbs)