BKSDA Kalbar Segera Lepasliarkan Ratusan Ekor Burung Kacer

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1572

BKSDA Kalbar Segera Lepasliarkan Ratusan Ekor  Burung Kacer
PONTIANAK, SP– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan dan Laut (KP3L) Polisi Resort Kota Pontianak, menggagalkan rencana pengiriman 260 ekor burung kecer (copychus saularis) di  Pelabuhan Dwikora Pontianak, tujuan Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sustyo Iriyono, menjelaskan, penangkapan dilakukan pukul 21.35 WIB, Sabtu, 12 November 2016 oleh petugas KP3L dan Tim Pengawasan Tertib Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL)  Pos Pelabuhan Laut Dwikora dan Seng Hie, Pontianak.

Menurut Iriyono, pelaku bernama Sharul, beralamat di Jalan Komyos Sudarso, Kelurahan Sei Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Provinsi Kalimantan Barat.

 Iriyono mengatakan, berdasarkan pengakuan Sahrul, ratusan ekor burung kecer dibeli dari masyarakat di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. “Burung kecer sitaan akan segara dilepasliarkan di sejumlah cagar alam di Kalimantan Barat,” kata Iriyono.

 Kejahatan terhadap TSL (wildlife crime) di Indonesia, dalam sepuluh tahun terakhir, sudah menjadi isu nasional yang sering diperbincangkan di berbagai forum ilmiah, kebijakan dan media. 
 
Dikatakan Iriyono, ada lima komponen dasar yang merupakan pemicu wild life crime, yaitu satwa liar (wildlife), pelanggaran dan/atau kejahatan (offence), komoditas perdagangan satwa liar (commodity), tingkatan-tingkatan perdagangan (level of trade), dan nilai perdagangan (value).
 
Iriyono mengatakan, perdagangan ilegal satwa liar dilindungi ini juga diyakini ikut mendorong proses kepunahan satwa secara signifikan, selain dari faktor hilangnya habitat dan bahaya penyebaran penyakit yang berasal dari satwa (zoonosis).  Menurut International Enforcement Agency (IEA), nilai perdagangan global satwa liar menempati urutan kedua setelah narkotika. (aju)