MCD Kalbar Minta Aparat Ungkap Kasus Bom Molotov

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1008

MCD Kalbar Minta Aparat Ungkap Kasus Bom Molotov
TINJAU LOKASI - Dua warga memperlihatkan lokasi bekas bom molotov di Vihara Budi Dharma, Jalan GM Situt, depan BCA Singkawang. (SP/Kristiawan Balasa)
PONTIANAK, SP- Indonesia yang satu dalam keberagaman agama, etnis dan budaya kembali menghadapi cobaan. Kasus pelemparan bom molotov di Vihara Budi Dharma Singkawang pada Senin, (14/11), tentu tidak bisa dipandang sebagai peristiwa tunggal. Sehari sebelumnya, Minggu 13 November 2016,  terjadi peledakan di pelataran Gereja Oikumene Samarinda yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa seorang balita  Intan Olivia Marbun berumur 2 tahun.

"Kita tentu tidak ingin berspekulasi siapa dibalik aksi teror serta apa motif dan kepentingannya.  Masyarakat tidak punya kapasitas untuk menjawab itu. Hanya aparat hukum yang memiliki kewenangan mengungkap kasus tersebut sejelas-jelasnya," kata Hermawansyah,  dari Masyarakat Cinta Damai (MCD) Kalimantan Barat, dalam siaran pers yang diterima,  Selasa (15/11).

Menurutnya, kita  tidak ingin kehidupan masyarakat dihantui rasa takut.  Rasa aman merupakan hak asasi manusia yang harus dijamin oleh negara,  pemerintah dan aparat keamanan.
"Sebagai penyelenggara negara harus segera mengambil langkah-langkah proaktif untuk melokalisir dan meredam konflik agar tidak meluas," tuturnya.

Dia mengungkapkan masyarakat Kalimantan Barat khususnya tentu memiliki trauma akibat konflik sosial yang pernah terjadi pada beberapa waktu lalu.  

"Kami menyerukan kepada para tokoh masyarakat, pemuka agama dan etnis di Kalimantan Barat agar tidak mengeluarkan pernyataan yang bersifat provokatif, dan sebaliknya lebih banyak membumikan pesan-pesan damai di Bumi Khatulistiwa tercinta," harapnya. (aju)