Suara Pemred Raih Juara Lomba Foto yang Digelar Disbudpar Kota Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1015

Suara Pemred Raih Juara Lomba Foto yang Digelar Disbudpar Kota Pontianak
ADAT MELAYU - Sambutan adat Melayu di halaman Keraton Kadariah Pontianak. Foto ini dinyatakan juara II lomba foto digelar Disbudpora Kota Pontianak. (SP/ Yodi)
PONTIANAK, SP- Suara Pemred berhasil menyabet juara lomba foto "Pesona Kampung Beting" yang  digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak.  Foto dengan latar Keraton Kadriah Pontianak, di mana para penari berbaris rapi menyambut wisatawan, menyedot perhatian para dewan juri.  

Adalah Fotografer Suara Pemred, Yodi Rismana yang memenangkan juara dua lomba foto tersebut. Yodi dengan jeli menjepret foto berjudul “Permata Beting” mengangkat seni adat budaya Melayu, di Kampung Beting yang masih kental.  “Sangat bersyukur sekali atas terpilihnya foto saya yang berjudul Permata Beting dan bisa juara," kata Yodi, pada acara penyerahan hadiah bagi pemenang, di Hotel Aston. 

Yodi mengatakan, ia memotret foto itu saat dirinya menghadiri acara pernikahan Sy Faisal Almuthahar dan Syf Dwiyanti Amelia Alkadri di Istana Kadriah Pontianak, Sabtu (24/9) lalu. 

Ada acara seni tari menyambut tamu yang menjadi ciri khas Melayu, mewarnai rangkaian acara dan menghibur ratusan pasang mata tamu yang hadir. Foto itu semakin kental suasananya, dengan latar belakang bangunan Istana Kadriah yang jadi pusat kota di masa lampau.

“Tarian tersebut masih dapat kita lihat pada acara-acara tertentu, dan masih diminati oleh pecinta seni tari Kalbar, didukung latar belakang Istana Kadriah, membuat komposisi yang menarik bagi saya,” jelasnya.

Posisi pertama untuk kategori yang sama, diduduki jepretan Lukman Hakim dengan judul “Anak Beting.” Sementara untuk kategori foto aerial, foto yang diambil dari udara, berhasil dijuarai Meriani dengan judul foto “Keindahan Kampung Beting.” Foto tersebut merupakan gambaran keindahan Kampung Beting pada malam hari.

Salah satu juri Lomba Foto Pesona Kampung Beting, Bearing mengatakan, 105 foto masuk dalam proses penjurian. Untuk obyektifitas penilaian, nama peserta dirahasiakan, diganti dengan nomor peserta. Masing-masing peserta diperbolehkan mengirim hingga 5 foto, namun hanya 1 yang masuk semifinal.

Setiap foto dapat poin. Foto yang masuk sebagai pemenang pertama adalah karya yang mendapat poin tertinggi. “Secara umum karya-karya foto yang ikut serta lomba ini sangat memuaskan. Hanya satu yang kita diskualifikasi karena olah digital terhadap karya fotonya berlebihan,” katanya.

Juri lain, Leo Prima menambahkan dari hasil foto yang masuk, dapat dilihat iklim fotografi di Pontianak saat ini, jauh lebih baik dibandingkan lima tahun lalu. Karya foto para peserta betul-betul mewakili pesona Kampung Beting. Para peserta mampu menerjemahkan tema di dalam karyanya dengan teknik yang mumpuni. 

“Kita agak kesulitan menentukan pemenangnya, karena hampir sebagian besar karya-karya mereka bagus-bagus. Kita harus berunding ulang untuk menentukan pemenangnya,” tutupnya.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, potensi yang dimiliki Kampung Beting sebagai destinasi wisata, mesti dikenal masyarakat luas. Satu di antaranya melalui lomba foto dengan tema pesona Kampung Beting. Lomba ini dianggap mampu mengubah stigma negatif masyarakat luar.

"Lomba foto ini luar biasa, kita melihat kawasan itu kalau tertata dengan baik dan keamanannya terjaga itu sangat indah," ujarnya. (bls /loh)