Pengembang Keluhkan Layanan di BPN

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 654

Pengembang Keluhkan Layanan di BPN
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
PONTIANAK, SP- Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Sukiryanto mengatakan,  realisasi program sejuta rumah oleh REI hingga saat ini kurang dari 50 persen dari target,  karena masih ada hambatan perizinan. 

"Kami prediksi realisasi program sejuta rumah hingga akhir tahun dari REI Kalbar baru sekitar 3.000 unit saja. Padahal targetnya sekitar 7.500 unit rumah," kata Sukiryanto.

Ia menjelaskan, lambannya pengurusan izin oleh Badan Perizinan itu, seperti dalam pengeluaran izin mendirikan bangunan (IMB) dan pemecahan sertifikat rumah oleh BPN di kota dan kabupaten di Kalbar.  "Bagaimana realisasi kami bisa tercapai, jika proses perizinan yang diperlukan lamban penyelesaiannya. Padahal konsumen sudah ada," kata dia lagi.

Ia pun mendorong Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kalbar, mempercepat layanan publik pada sejumlah instansi pemerintah di daerah itu. "Bayangkan, saat ini rumah kita sudah bangun dan konsumen sudah ada, serta tinggal akad jual beli, namun tidak bisa karena sertifikat tidak keluar," ujarnya.

Dari kondisi itu, ia berharap setelah adanya Tim Saber Pungli justru dalam pelayanan publik lebih cepat dan terukur, agar pelayanan kepada masyarakat lebih baik.

Satu di antara pengembang perumahan Kalbar, Isnaini mengeluhkan soal lambannya perizinan dalam hal membuat IMB dan pemecahan sertifikat tanah. "Saya sudah tiga bulan mengurus IMB di Kubu Raya belum keluar. Pengurusan sertifikat di BPN Kubu Raya juga demikian sangat lamban," kata dia.

Ia berharap kepada penyelenggara pelayanan publik di Kalbar cepat dan terukur agar semua kualitas pelayanan baik. (ova/loh)