Berikut Faktor Kasus Anak Hilang di Kalbar Meningkat

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 882

Berikut Faktor Kasus Anak Hilang di Kalbar Meningkat
Ilustrasi
PONTIANAK, SP - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Kalimantan Barat ((KPAID Kalbar), Achmad Husainie menyatakan, kasus anak hilang dan penculikan di tahun 2016 meningkat dari dua tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah kasus ini, menurut Husainie, mengarah pada kategori mengkhawatirkan.

 “Tahun 2014, empat kasus. Tahun 2015, dua kasus. Di tahun 2016, ada enam kasus. Itu kebanyakan terjadi di Pontianak," kata Husainie, di kantor KPAID, Jalan Daeang Abdul Hadi, Nomor 146 Pontianak, Rabu (30/11).

Menurut dia, kasus anak hilang dan persoalan penculikan anak  di Kalimantan Barat sudah bisa dikategorikan mengkhawatirkan.

"Karena ini indikasi yang masuk ke kami. Belum lagi di kepolisian, BP3AKB, LBH APIK, atau juga di NGO lain yang bergerak di perlindungan anak. Kalau diakumulasikan, saya yakin lebih dari seratus kasus," kata Husainie.

Menyoal faktor, menurut Husainie, beragam. Bisa faktor ekonomi dan broken home. “Karena alasan ekonomi, ada orang yang mengajak anak bekerja ke luar negeri tanpa sepengetahuan orang tuanya. Biasanya laporan yang diterima itu, anak hilang," jelas dia.

Untuk faktor broken home, kata dia, orang tua tidak puas dengan keputusan persidangan terkait hak asuh anaknya, nekat membawa lari anaknya. "Walaupun sebagai orang tua, karena status hukumnya sudah jelas, maka bisa dikatakan penculikan," tegas dia. (umr)