Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia di Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 826

Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia di Pontianak
HARI AIDS – Puncak peringatan Hari AIDS sedunia di Kota Pontianak, digelar di Bundaran Tugu Digulis Untan, Kamis (1/12) petang. (SP/Nana)
PONTIANAK, SP - Meski diguyur hujan deras, tak menyurutkan langkah sejumlah elemen masyarakat, turun ke jalan memperingati Hari HIV/AIDS sedunia yang jatuh  Kamis (1/12). Petang itu, kegiatan yang dipusatkan di Bundaran Tugu Digulist Untan, sangat spesial.

Tentu saja, sebab kegiatan tahun ini dihadiri seorang aktivis anti diskriminasi  Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) asal Nganjuk Jawa Timur, Wijayanto alias Cak Gareng. Dia sebelumnya sempat keliling nusantara untuk berkampanye membela ODHA sejak 2015 lalu. Kalbar membuatnya jatuh hati. Dia pun memilih Kota Pontianak, sebagai lokasi puncak kampanyenya pada momentum Hari AIDS sedunia kali ini. 

Gareng adalah seorang ODHA yang gigih mengampanyekan pentingnya mengetahui HIV sejak dini. Selain itu, dia adalah si pejuang hak para ODHA agar tidak dipandang sebelah mata di tengah masyarakat. 

Dalam kampanyenya, Gareng terus menyerukan kepada masyarakat bahwa para penderita HIV/AIDS tidak perlu ditakuti apalagi dijauhi. Kedatangannya ke Kalbar khususnya Pontianak, karena prihatin angka penderita atau pengidap HIV/AIDS yang cukup tinggi.  "Saya tidak sakit, kalau saya sakit tidak mungkin saya bisa keliling Indonesia dengan menyambagi 34 kota di 18 provinsi, ayo adu lari dengan saya jika masih menganggap saya penyakitan," ujarnya. 

Gareng melakukan long march bersama massa lainnya, dimulai di Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kalbar yang berada di Jalan Johar menuju Jalan Ahmad Yani. Kemudian berhenti di Bundaran Tugu Digulist, bergabung dengan beberapa organisasi yang telah berkumpul di sana.

Baginya, cibiran dan persepsi masyarakat terhadap para penderita memang tidak bisa dihindari. Tapi dia tetap kokoh untuk terus berjuang. "Bukankah dalam setiap perang ada hambatan, untuk menang pun butuh perjuangan termasuk di jalan yang saya pilih sekarang," kata Gareng.

Duta HIV/AIDS Kalbar, Elsa Aurelia dan Abdul Haris menuturkan aksi yang digelar merupakan bentuk dukungan terhadap ODHA. Jangan ada lagi diskriminasi bagi mereka.

Mahasiswa Sosiologi Fisip Untan, Agus Tarmizi yang ikut dalam aksi ini menyebutkan kegiatan mereka sebagi bentuk solidaritas.  “Kami sepakat untuk tidak mendiskrimasi ODHA, tapi justru akan merangkul mereka untuk tidak merasa minder dalam bergaul,” katanya. (nan/and)