Tahun 2017, Bus Trans Pontianak Beroperasi

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1022

Tahun 2017, Bus Trans Pontianak Beroperasi
HALTE – Salah satu halte bis Trans Pontianak sedang dalam proses pengerjaan akhir. (SP/ Yodi)
PONTIANAK, SP - Angkutan massal akan beroperasi pada 2017. Kepastian ini menyusul, hampir selesainya pengerjaan halte untuk jenis Bus Rapit Transit (BRT). Tujuh halte yang dibangun tinggal penyelesaian akhir.

“Sudah 96 persen, tinggal finishing saja. Namanya nanti Trans Pontianak,  diprioritaskan untuk angkutan pelajar dan umum,” kata Utin Srilena, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo)  Kota Pontianak.

Menurut Utin,  ke tujuh halte tersebut merupakan perlengkapan fasilitas angkutan massal BRT dari Kemenhub. Angkatan ini merupakan salah satu upaya Pemkot mengurai kemacetan dan sebagai alat tranportasi siswa yang dilarang mengendarai sepeda motor ke sekolah. 

Rencananya lanjut Utin, pertengahan Desember ini, lima unit BRT akan tiba lebih dulu di Pontianak. Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia (Damri) ditunjuk sebagai pihak pengelola bus. 

"Tarifnya belum bisa kita pastikan. Yang pasti pelajar lebih murah dari umum. Insya Allah Desember sampai,  kita sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, tinggal tanda tangan Pak Menteri," ujarnya.

Tujuh halte itu dibangun di Taman Akcaya, Jalan Sutan Syahrir, depan SMAN 2 Jalan Martadinata, depan SMPN 5 Jalan Hasanudin, depan SMKN 3 Jalan S Parman, depan SMKN 4 Jalan Kom Yos Soedarso, depan Sekolah Terpadu Jalan Tanjung Raya II dan depan SMAN 5 Jalan Khatulistiwa.

"Jarak antara aspal dan lantai bus 80 senti meter. Pembangunan haltenya disesuaikan dengan ukuran bus,” tandas Utin. 

Nantinya akan ada 11 bus yang beroperasi, pemkot merencanakan pembangunan halte dengan dua arah. Ditargetkan tahun 2017 mendatang, tujuh halte tambahan akan dibangun dengan lokasi berseberangan. 

Prioritas pembangunan halte sengaja dibangun di dekat sekolah dan taman kota. Sehingga,  ketika bus berhenti, arus lalulintas tidak terganggu. Pasalnya, jalur lambat dipilih sebagai lokasi pemberhentian. 
 (bls/and)