Langganan SP 2

Kawasan Gajah Mada Disulap Jadi Coffee Street

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 14223

Kawasan Gajah Mada Disulap Jadi Coffee Street
COFFEE STREET - Terlihat pekerja tengah menata perempatan Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, yang akan dijadikan pusat wisata kopi dan kuliner khas Pontianak, Senin (12/12). (SP/Umar Faruq)
PONTIANAK, SP - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, semakin gencar menata kawasan perkotaan agar terlihat apik dan nyaman. Salah satu yang sedang dilakukan adalah menata kawasan Jalan Gajah Mada, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, sebagai sentra kuliner dan warung kopi.

Wakil Wali Kota Pontianak  Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kawasan tersebut akan dijadikan pusatnya pecinta kopi dan kuliner.

"Ini mau kita jadikan kawasan coffee street, dengan suasana kuliner yang khas Pontianak,"  kata Edi, Senin (12/12).

Tidak hanya sebagai pusat wisata kuliner, Edi menjelaskan, Jalan Gajah Mada juga ditata untuk kenyaman bagi publik. Di antaranya dengan memperbaiki trotoar dan pembangunan taman.

"Trotoar dan taman ini sebagian dari rencana taman yang humanis dan untuk pedestrian (fasilitas pejalan kaki) yang nyaman," katanya.

Sebelumnya, Edi  mengatakan terdapat beberapa pedestrian yang akan dilakukan peningkatan yaitu Jalan Gajah Mada, Sutan Syahrir, HOS Cokroaminoto, Jenderal Urip, dan Jalan Syarif Abdurrahman.

Anggaran peningkatan pedestrian berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pontianak 2016. "Total (semua peningkatkan pedestrian) sekitar Rp 3 sampai Rp 4 miliar," ujar dia.
Pemkot Pontianak menargetkan, proyek tersebut selesai di akhir 2016. 

Edi mengimbau, setelah peningkatan trotoar rampung dikerjakan, publik menggunakan fasilitas tersebut sebagaimana mestinya. "Mereka tidak boleh menggunakan trotoar untuk kendaraan bermotor dan berjualan. Karena itu khusus untuk pejalan kaki," katanya.

Dia menegaskan, bila masih ada warga yang menjadikan trotoar di luar semestinya, maka Pemkot Pontianak akan memberikan sanksi.

“Tipiring (tindak pidana ringan). Kalau motor naik ke trotoar, harusnya pak polisi langsung tilang karena sudah melanggar aturan lalu lintas," kata Edi. (umr)

Baca Juga:
Satarudin Mantap Menuju Pontianak Satu
Taman Digulis Untan Ditanami Pohon Ulin dan Meranti 

Inilah Kronologi Begal di Jalan Pak Benceng