Dinsosnaker: Tiga Tenaga Kerja Asing Kabur

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 595

Dinsosnaker: Tiga Tenaga Kerja Asing  Kabur
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Pimpinan J & T Ekspress berinisial AG kabur bersama dua rekan Warga Negara Asing (WNA)-nya, yakni NK dan RD,  lantaran tak bisa menunjukkan surat Izin Mempergunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) kepada Dinsosnaker Pontianak.  

“WNA ada namanya AG atau Kristian (nama Indonesianya), kemudian NK dan RD, disinyalir dari Tiongkok, perusahaan agak tertutup juga, akhirnya tidak ketemu, main kucing-kucingan, dua hari kita tunggu dia,” kata Affan, Kabid Ketenagakerjaan,  Dinsosnaker Pontianak kepada Suara Pemred.
 

 Affan mengungkapkan pihaknya mendapatkan informasi ada empat orang Tenaga Kerja Asing (TKA) di perusahaan jasa pengiriman barang yang beralamat di Jalan Parit Haji Husein tersebut.   Setelah mendapatkan laporan itu, dirinya langsung mendatanginya. Ternyata satu orang di antaranya merupakan WNI, bernama Peter.  

“Ada e-KTP nya, cuma perawakannya memang seperti orang Tiongkok. Setelah dilihat dari NPWP, dari KTP, warga Belitung. Namanya Peter,” tuturnya.
 

Affan memaparkan awal melakukan pemeriksaan, pihak perusahaan agak kooperatif. Namun, ketika diminta menunjukkan IMTA, ketiganya beralasan dokumen tersebut berada di penginapan. Pihaknya pun mempersilakan dokumen itu untuk diambil. Namun tak kunjung kembali.
 

Affan menambahkan, besar dugaan ketiganya tidak bisa berbahasa Indonesia. Sebab dalam pertemuan tersebut ada pula seorang penerjemah dari perusahaan yang turut membantu.   Setelah diselidiki, AG diperkirakan telah berada di J & T Ekspress sejak setahun terakhir. Sementara dua rekan lain baru dua-tiga bulan.  Informasi yang dihimpun, AG sempat menjadi bagian di Oppo dan pernah dideportasi oleh Imigrasi Pontianak.

Affan menjelaskan, duduk perkaranya sederhana. Jika perusahaan bisa menunjukkan IMTA, semua beres. “Kalau mereka dapat, kita kerjasama dengan Imigrasi untuk deportasi mereka. Kemudian perusahaan kita minta selektif, tidak boleh mendatangkan TKA dengan cara seperti itu, harus dilengkapi izinnya,” terangnya.

Sementara itu, Hartono satu di antara karyawan J&T Ekspress, mengaku terkejut atas kasus yang menimpa pimpinan perusahaannya tersebut.
"Yang jelas saya sangat terkejut sekali, kenapa bisa seperti itu," katanya.

Ia membenarkan bahwa AG merupakan satu di antara pimpinan perusahaan J&T Ekspress yang mengatur segala urusan termasuk persoalaan karyawan. "Dia sudah lama menjadi pimpinan perusahaan. Sejak saya masuk dan J &T mulai berdiri dia sudah ada," katanya. (bls/bob)