Langganan SP 2

Rencana Tarif Parkir Naik, Ini Tanggapan Anggota DPRD Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 495

Rencana Tarif Parkir Naik, Ini Tanggapan Anggota DPRD Pontianak
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Fraksi Partai Gerindra, Yandi menolak rencana Pemkot menaikkan tarif retribusi parkir motor menjadi Rp 2000. 

“Bukan kaji, kaji itu kaji ngawur. Itukan harus ditolak, pakai apa kajinya itu? Saya mau sampaikan kita tolak secara resmi. Jadi intinya kita menolak itu, Fraksi Partai Gerindra menolak, itu tidak relevan,” kata Yandi. 

Menurutnya, jika ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), cara itu tidak tepat. Jika benar diterapkan, hanya akan membebani masyarakat. Dalam sehari, warga bisa merogoh kocek hingga puluhan ribu hanya untuk parkir. “Sekarang coba kita lihat, kalau parkir motor Rp 2000, pindah-pindah tempat satu hari, berapa orang yang pindah-pindah tempat. Keluar rumah, makan, setop. Pergi fotokopi setop. Fotokopinya Rp 500, parkirnya Rp 2 ribu,” jelasnya.

Yandi menegaskan pemkot  tidak membuat kegaduhan dengan kebijakan-kebijakan yang memberatkan. Jika ingin meningkatkan PAD, masih banyak sektor lain yang bisa diolah. Pajak reklame, papan bilboard masih banyak yang perlu ditertibkan pajaknya. 

Banyak pula benda-benda yang kerap dijadikan iklan terselubung. Semua bisa menghasilkan PAD yang banyak, bukan hanya dengan menaikkan tarif parkir.  “Jadi pemerintah harus berpikir yang relevan dan cerdaslah, bagaimana menggali potensi pendapatan tanpa harus membebani rakyat,” pintanya.

Belum saatnya kenaikan tarif dilakukan. Hal itu baru bisa jika pengelolaan parkir telah profesional dan dikelola secara digital. “Kalau kita masih begini nggak usahlah, nanti menjamur semua orang jadi tukang parkir, jadi intinya kami Fraksi Partai Gerindra menolak kebijakan seperti itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan pihaknya saat ini tengah mengkaji wacana kenaikan tarif parkir yang akan diajukan ke legislatif. Menurutnya kenaikan itu wajar saja, PAD akan dikembalikan ke peningkatan kualitas dan penataan jalan. (bls/and)