Hasil OTT Pungli di Pelabuhan Dwikora, Tim Saber Pungli Tetapkan 3 Tersangka

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 562

Hasil OTT Pungli di Pelabuhan Dwikora, Tim Saber Pungli Tetapkan 3 Tersangka
ANGKUT BARANG - Aktivitas seorang buruh bongkar muat di Pelabuhan Dwikora, Kota Pontianak. (SP/Yodi Rismana)
PONTIANAK, SP – Hasil operasi tangkap tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda  Kalimantan Barat di Pelabuhan Dwikora, Kota Pontianak, menetapkan tiga orang tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Suhadi S.W. mengatakan, ketiga tersangka yang terdiri dari dua orang mandor dan seorang buruh bongkar muat di Pelabuhan Dwikora, ditangkap Sabtu (17/12). Ketiga tersangka yang diringkus, JAN  buruh bongkar muat, BER dan tersangka JAN alias WAR, keduanya sebagai mandor.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 368 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

Menurut Suhadi, ketiganya ditangkap hasil tindak lanjut informasi yang diterima Saber Pungli. “Berawal dari informasi bahwa di Pelabuhan Dwikora Pontianak sering terjadi pemerasan terhadap perusahaan jasa ekspedisi oleh para mandor dengan cara meminta sejumlah uang serta memaksa dengan kekerasan atau ancaman. Dan apabila tidak diberi uang  barang tidak bisa keluar dari pelabuhan,” ujar Suhadi, Senin (19/12).

BERITA TERKAIT:
Tim Saber Pungli Polda Kalbar Dikabarkan Amankan 6 Karyawan TKBM 


Menindaklanjuti informasi itu, Suhadi menjelaskan, Tim Saber Pungli Polda Kalbar di bawah pimpinan AKBP Permadi melakukan pengintaian di area Pelabuhan Dwikora Pontianak, Sabtu siang pekan lalu.

Dari Warung Kopi Ahui di Jalan Komodor Yos Sudarso, Kota Pontianak, tim Saber Pungli Polda Kalbar mendapati JAP, seorang utusan dari perusahaan importir, PT. AD, menyerahkan uang kepada salah satu tersangka.

Tim Saber Pungli Polda Kalbar lantas melakukan penangkapan. Hasil pemeriksaan, diketahui utusan perusahaan itu sudah membayar sesuai tarif resmi kepada Pelindo, senilai Rp 1,3 juta sebagai upah bongkar muat dengan menggunakan alat forklift, tanpa menggunakan jasa tenaga buruh bongkar muat.

Namun, tersangka merupakan mandor buruh bongkar muat tetap memaksa minta uang senilai Rp 4.887.500, agar barang  bisa keluar dari Pelabuhan Dwikora.

Hasil penangkan itu, Tim Saber Pungli Polda Kalbar memeriksa Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Dwikora, RP dan staf administrasi, DW. (ang)

Baca Juga:
Humas: TKBM dan Pelindo Dua Hal Berbeda 
TK & SD Global Maju Khatulistiwa Gelar Pentas Seni
Progres Proyek Jembatan Kapuas 3, Herlan: Tahap Akhir Feasibility Study

Eiger: Tugas Saya Terus Berlatih, Demi Hasil Terbaik