Tim Saber Pungli Polda Kalbar Dikabarkan Amankan 6 Karyawan TKBM

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 976

Tim Saber Pungli Polda Kalbar Dikabarkan Amankan 6 Karyawan TKBM
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
PONTIANAK, SP- Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Kalbar menangkap sejumlah karyawan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) unit RD, Jalan Pak Kasih Pontianak, Sabtu (17/12). 

Informasi diterima Suara Pemred, ada enam karyawan ditangkap, di antaranya adalah jabatan mandor. Mereka diduga melakukan penarikan tarif fiktif dari pengusaha, setiap kali mengeluarkan barang dari pelabuhan ke lokasi tujuan.  

Menurut salah satu pengusaha ekspedisi, enggan disebut nama menyebutkan modus tarif fiktif yang dimaksud. Misalnya, oknum mandor, mestinya melakukan pengalawan dan ikut serta berangkat tiap kali ada aktivitas bongkar muat barang dari pelabuhan Pontianak ke suatu daerah.

Oknum mandor ini mestinya ikut berangkat, karena sudah ada anggaran untuk mereka. Tarifnya kisaran Rp 300 ribu dari pengusaha untuk satu unit muatan 200-300 feat. Muatan yang besar, tarifnya bisa dua kali lipat.

"Bisa jadi, si mandor ini mendapatkan uang pengawasan diperoleh dari pengusaha, tetapi si mandor ini tidak menjalankan tugasnya. Jadi mandor ini menerima uang fiktif. Yang rugi kan pengusaha, " tuturnya.         

Ketua Koperasi TKBM unit RD, Retno Pramudya, pada Minggu (18/12), informasinya menjalani pemeriksaan di Polda Kalbar terkait kasus OTT yang menyeret karyawan Retno.

"Bang Haji Retno informasi sedang menjalani diperiksa di Polda. Untuk modusnya,  lebih detailnya bisa tanyakan langsung kepada ketua kami, Bang Retno," tutur seorang pengurus pengurus Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Kalbar, kepada Suara Pemred, Minggu (18/12).
 
Suara Pemred mencoba melakukan konfirmasi kepada Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Rosidi Usman. Saat diwawancara, Rosidi mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari media. Sementara Retno Pramudya, Ketua Koperasi TKBM unit RD, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp dan telepon belum dijawab. 

Polda Kalbar juga belum memberikan keterangan resmi terkait OTT karyawan koperasi tersebut. Kasubdit Tipikor Dit Krimsus Polda Kalbar, AKBP Permadi, saat dikonfirmasi mengarahkan kepada kepada Dir Reskrimsus, Kombes Pol Mashudi, sampai berita dihimpun, belum bisa memberikan keterangan.   (bls/umr/loh)