Senin, 17 Februari 2020


Rekanan Ciputra Garden Aneka, Apin Dibui

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 995
Rekanan Ciputra Garden Aneka, Apin Dibui

Ilustrasi

PONTIANAK, SP - Kepolisian Sektor (Polsek) Pontianak Selatan menahan Tandyanto alias Apin (48), warga Jalan Prof Dr  M Yamin Gang Jambu Mente, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Selatan.

Apin ditahan berdasarkan laporan Lai Khim Tjhai (47), dengan sangkaan penipuan dan penggelapan senilai satu miliar lebih.

"Tersangka sudah kami tahan dengan kasus penipuan penggelapan," ujar Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Ridho Hidayat, Selasa (20/12).

Laporan Lai Khim Tjhai berawal dari gagalnya menarik uang dari tiga lembar cek senilai Rp 100 juta dan Rp 169 juta di salah satu bank. Ketiga lembar cek itu diterima Lai sebagai pembayaran atas penjualan material bangunan kepada Apin.

Apin sendiri diketahui sebagai salah satu rekanan pembangunan perumahan Ciputra Garden Aneka. 
Merasa ditipu setelah gagal melakukan pencairan cek, Lai mendatangi Apin untuk meminta pertanggungjawaban. Apin kemudian meyakinkan Lai, pembayaran akan dilakukan setelah pihak Ciputra Garden Aneka membayar hasil pekerjaan perumahan yang dibangunnya.

Kedua belah pihak bersepakat pembayaran dilakukan dalam waktu dua bulan. Rincian kerugian yang dialami Lai pada transaksi medio tahun 2015, Juni senilai Rp 269.000.000, Juli  sebesar Rp 341.775.00, September Rp 334.902.000, dan Oktober senilai Rp 533.440.000. Total kerugian mencapai Rp 1. 479.117.000.

Lantaran pembayaran tidak terealisasi, Lai Khim Tjhai melaporkan Apin ke Polsek Pontianak Selatan dengan bukti laporan, LP/2963/X/SEK SELTAN tertanggal 5 Oktober 2016.

Menindaklanjuti laporan Lai Khim, Polsek Pontianak Selatan akhirnya menetapkan Apin sebagai tersangka dan ditahan berdasarkan SP Han/157/XII/2016, tanggal 16 Desember 2016.
"Tersangka sudah ditahan di Polsek Selatan," tegas Ridho.

Pihak Ciputra Garden Aneka, Edy Harianto selaku Proyek Manager dan Choi Ni Chandra- staf  keuangan, menjelaskan, terhitung dari September 2015 hingga September 2016 pihaknya telah melakukan pembayaran atas kerja yang dilakukan Apin sebesar Rp 19.200.990.160. (umr) 

Baca Juga:
Sandi si Militer Gadungan Berakhir di Sel

Kebakaran di Gang Mubarah
Diana Meninggal, Polisi Lakukan Penyelidikan