Tahun 2016 Terjadi 88 Kasus Kekerasan Anak

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 443

Tahun 2016 Terjadi 88 Kasus Kekerasan Anak
Ilustrasi
PONTIANAK, SP - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalimantan Barat mencatat 88 kasus kekerasan terhadap anak terjadi sepanjang 2016. Dari jumlah kasus itu, tujuh kasus hingga kini masih diproses.

Ketua KPAID Kalbar, Achmad Husainie mengatakan ke 88 kasus kekerasan terhadap anak dikelompokkan ke 13 jenis kasus. 

Kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, anak berhadapan dengan hukum (ABH), human trafficking, hak kuasa asuh dan penelantaran. Perlindungan (pendidikan, agama, kesehatan, dan sosial), penculikan dan anak hilang,  Narkotika, Alkohol , Psikotropika dan Zat adiktif lain (Napza) dan HIV/AIDS.

Ditegaskan Achmad, dari jumlah kasus itu, 81 kasus telah selesai. "Tujuh kasus lainnya dalam proses," kata Achmad.

 Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalbar, Husnan menilai capaian penyelesaian kasus 2016 oleh KPAID terbilang baik. Dari jumlah penyelesaian, tidak sampai 10 persen yang masih dalam proses.

"Kita apresiasi kinerja KPAID Kalbar ini. Dari jumlah penanganannya, rata-rata bisa diselesaikan," ujarnya, Senin (26/12).

Husnan berharap, sebelum berakhirnya masa tugas para komisioner KPAID Kalbar, kasus yang masih dalam proses bisa diselesaikan.

"Supaya di akhir jabatan mereka, tidak ada tunggakan kasus," imbuhnya. (umr)
 
Baca Juga:
Malik Tewas Dalam Laka Lantas di KM 49 Sungai Pinyuh 
Direktur L-API: Tepat Hanura Rekrut Oesman Sapta

Ketua Baru DPC PPP KKU Targetkan Tambahan Kursi di Dewan