Ini Motif dan Aksi Bejat Novianto Habisi Nyawa Sumirawati

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 1916

Ini Motif dan Aksi Bejat Novianto Habisi Nyawa Sumirawati
TERUNGKAP - Identitas korban yang ditemukan tewas kondisi mengenaskan di kamar Hotel Benua Mas akhirnya terungkap. (SP/Ist)
PONTIANAK, SP – Hasil autopsi Rumah Sakit Soedarso mengungkapkan penyebab utama kematian Sumirawati (21) warga  Jalan Pelabuhan Rakyat, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, adalah benturan keras yang diderita korban di kepala bagian atas.

Di tubuh Sumirawati juga ditemukan luka tusukan di bagian perut, luka cekikan di leher, sayatan pada nadi tangan kanan, telapak tangan kiri, dan mata memar.

Korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan posisi telungkup di lantai kamar A5 Hotel Benua Mas, Jalan 28 Oktober, Rabu kemarin, mulanya polisi tidak mengetathui identitas korban.

"Korban pertama kali ditemukan oleh Yanto petugas room boy hotel sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu," kata Kapolresta Pontianak Kombes Iwan Imam Susilo. 

Tersangka  Novianto Ari Saputra (20) warga Jalan Khatulistiwa Gang  Dharma Putra, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, mengakui telah menghabisi nyawa Sumirawati. Novianto beralasan pembantaian terhadap kekasihnya, karena tidak terima dimarahi dan diminta pertanggung jawaban untuk menikahi korban.

"Setelah kami berhubungan badan, kami sempat bersitegang (cekcok), sehingga saya menjadi emosi,” kata Novianto, Kamis (29/12) di markas Polresta Pontianak.

Dalam keadaan kalap, tersangka membenturkan kepala korban sebanyak empat kali ke dinding dan meja.

BERITA TERKAIT:
Begini Awal Penemuan Wanita Setengah Bugil Tewas di Kamar A5


Kondisi Sumirawati saat ditemukan di dalam kamar hotel Benua Mas, Rabu lalu. (SP/Ist)

“Setelah itu pacar saya terus melakukan perlawanan, sehingga saya menikamnya dengan sebuah pisau di bagian perut," ujar tersangka yang ditembak polisi saat ditangkap.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebilah pisau berlumuran darah.

Polisi juga mengungkap kejahatan lain Novianto kepada kekasihnya. Sepeda motor milik Sumirawati, Yamaha Mio J digadaikan tersangka kepada Nazori alias Gatot senilai Rp 2,2 juta. Gatot kemudian menggadaikan sepeda motor korban kepada Asep Heryanto alias Asep sebesar Rp 2,7 juta.

Gatot dan Asep ditetapkan polisi sebagai tersangka. “Karena menampung sepeda motor korban yang digadaikan pelaku usai membunuh korbannya,” tegas Kapolresta.

Polresta Pontianak menyita barang bukti dari ketiga tersangka, berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio J,  t mobil Toyota Avanza  warna putih KB 1747 SG, dan uang tunai Rp  1.257.000, sisa uang dari menggadaikan sepeda motor korban.

Atas perbuatannya, Novianto dikenakan pasal berlapis, pasal 340, pasal  339,  dan 338 KUHP dengan acamam 20 tahun kurungan penjara. (ang/ant/has)

Baca Juga:
Usai Terpilih, Supardi Benahi Internal DPC PPP Sekadau
Sengketa Lahan PT ABP Versus PT ISL, Bupati Keluarkan Peringatan
Oesman Sapta: Empat Pilar Penangkal Intervensi Asing