Penanggulangan Kebakaran di Kota Pontianak, Begini Tanggapan Kepala BPBD

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 736

Penanggulangan Kebakaran di Kota Pontianak, Begini Tanggapan Kepala BPBD
PADAMKAN API - Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang berkobar di Markas Pomdam XII/Tanjungpura, Kota Pontianak, terbakar Selasa (15/11) malam. (SP/Yodi Rismana)
PONTIANAK, SP- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak,  Aswin Taufik mengungkapkan peristiwa kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2016 menyebabkan kerugian mencapai miliaran rupiah.  

"Untuk perumahan warga, berkisar Rp 80-150 juta per rumah. Sedangkan untuk ruko, bisa mencapai Rp 1 miliar lebih. Kerugian terbesar terjadi ketika Markas Polisi Militer Kodam XII/Tanjungpura di Jalan Rahadi Oesman terbakar November lalu," katanya.    

Menurutnya,  peristiwa kebakaran sebagian besar terjadi  di wilayah Pontianak Utara,  umumnya terletak pada rumah-rumah yang couple.  "Biasanya merambat. Apalagi kalau menjalarnya dari atap,” tambahnya.  

BERITA TERKAIT: 
Edi: Umumnya Kebakaran di Kota Pontianak Akibat Korsleting Listrik


Aswin mengingatkan warga agar mengganti kabel listrik tiap lima tahun sekali. Pergantian pun harus dilakukan bila penambahan daya dilakukan.  

"Jangan pula menggunakan setop kontak hingga menumpuk. Lepas lebih dulu sambungan listrik alat elektronik sebelum bepergian," pesannya.  

Selain itu, lanjut Aswin pada masing-masing hotel, mesti tersedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Selama ini, belum ada kendala teknis berarti ketika penanggulangan kebakaran dilakukan. Pasalnya, di Kota Pontianak, BPBD dibantu lebih dari 25 pemadam swasta.  

“Hebatnya di Pontianak, kita sumber air pun kosong, atau mobil tidak bisa masuk, tapi karena punya 26 Damkar, 20 lebih mobil tangki, 50 pick up dan 35 motor. Kalau kekurangan air, saling suplai sambung-menyambung tangki. Pasang selang panjang,” pungkasnya. (bls/and)

Baca Juga:
11 Tahun Bergabung di BPAS, Unit 4 Ganti Nama Jadi BPA Sungai Jawi 
Warga Antusias Sambut Gebyar Tugu Khatulistiwa
Kejahatan Konvensional di Kalbar Meningkat