Puluhan Jabatan Eselon di Pemkot Pontianak Masih Kosong

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 650

Puluhan Jabatan Eselon di Pemkot Pontianak Masih Kosong
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Sebanyak 35 kursi jabatan Eselon IV sampai II di Pemkot Pontianak masih kosong. Dari total 601 formasi yang ada pada pelantikan eselon yang dilakukan bertahap sejak Selasa (3/1) hingga Rabu (4/1), baru 566 formasi yang dilantik.  

“Total yang sudah dilantik sampai Rabu (4/1) sore ini, semuanya 601 formasi dengan dilantik 566, ada beberapa yang belum diisi karena kompetensi yang akan kita sesuaikan,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Pontianak, Khairil Anwar.  

Kairil menyebutkan sejumlah pejabat yang telah dilantik, yakni  Eselon II sudah dilantik 27 orang, Eselon III sudah dilantik 177 orang, Eselon IV sudah dilantik 420 orang.

Khairil Anwar pun menambahkan, saat ini semua pegawai berimbang. Pegawai di kecamatan dan kelurahan juga mengalami pengurangan. “Sehingga keseluruhan di posisi pemerintahan, di bidang perekonomian hampir semuanya berimbang,” imbuhnya.  

Saat ini, jumlah seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pontianak sebanyak 5.759. Jumlahnya berkurang setelah terjadi pengalihan wewenang SMA/SMK dari Pemkot ke Pemprov.   Kebijakan itu membuat 986 guru turut berpindah pembinaannya. Berkurangnya jumlah tenaga memang turut mempengaruhi penganggaran, namun juga menambah beban pegawai yang tersisa.  

“Pegawai Pemkot sekarang tinggal 5759, rasionya tinggal 0,87 dibandingkan jumlah penduduk. Jadi dengan rasio sedikit ini kita perketat di kompetensi pada setiap aparatur sipil negara,” terangnya.  

Penyerahan pengelolaan SMA/SMK ke Pemerintah Provinsi juga mencakup para tenaga honorer. Namun perihal pembiayaan mereka masih dalam proses pembicaraan. Apakah nantinya turut dibebankan pada provinsi atau ada pertimbangan lain.  

Khairil menjelaskan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pontianak mengalami peleburan. Dari yang sebelumnya 30 OPD, kini hanya 27 saja dengan satu formasi untuk Sekretaris Daerah.   Salah satu dinas yang melebur misalnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bidang kebudayaan masuk ke Dinas Pendidikan.

Sementara bidang pariwisata masuk ke Dinas Pemuda dan Olahraga.   “Nah, yang baru Kominfo yang berdiri sendiri menjadi dinas. Jadi peran perpecahan dengan perhubungan, jadi total seluruh 28, kecuali ada satu yang belum terisi, dan lainnya sudah semua dilaksanakan,” jelasnya. (bls/and)  

Baca Juga:
Petani Bergairah, Harga Karet di Kabupaten Landak Naik
Dinas: Harga Komoditas Masih Fluktuatif
Warga di Melawi Terkejut, Harga Cabai Melambung