Miris, Selama 2016 Malaysia Deportasi 2.172 TKI Melalui PLBN Entikong

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 541

Miris, Selama 2016 Malaysia Deportasi 2.172 TKI Melalui PLBN Entikong
DIPULANGKAN - Sebanyak 44 TKI dipulangkan Imigrasi Semuja Malaysia, pada Kamis 17 November 2016, melalui PLBN Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat. (SP/Ist)
PONTIANAK, SP – Sepanjang tahun 2016, Pemerintah Malaysia mendeportasi 2.172 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Sebelum dikembalikan ke Indonesia, para TKI tersebut telah menjalani hukuman penjara selama beberapa bulan di Malaysia.

Sebagian besar dari mereka dinyatakan Pemerintah Malaysia melanggar peraturan Keimigrasian dan Ketenagakerjaan setempat.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Pontianak, Kombes Pol Aminudin mengungkapkan, jumlah kasus TKI yang dideportasi Malaysia tahun 2016 meningkat dari tahun 2015.

BERITA TERKAIT:
STOP PRESS: Malaysia Deportasi 44 Tenaga Kerja Indonesia Via Entikong 

Dijelaskannya, besarnya jumlah TKI bermasalah disebabkan banyak faktor. Di antaranya, ulah oknum tidak bertanggungjawab mengirim TKI tanpa melalui prosedur resmi. Faktor lainnya, sebut Aminudin, banyaknya jalur tikus dari Kalimantan Barat menuju Malaysia.

“Sebagian besar kasus yang kita ungkap dengan Kepolisian adalah pengiriman TKI oleh orang-perseorangan padahal berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004, bahwa yang berwenang melakukan penempatan TKI ke luar negeri hanya pemerintah dan PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta),” ujar Aminudin dalam siaran pers yang diterima, Minggu (8/1).

Sejumlah besar TKI yang dideportasi, masuk ke negara jiran itu tanpa menggunakan paspor atau hanya dengan Pas Lintas Batas (PLB) Sambas, Bengkayang, Sanggau dan Kapuas Hulu.

Kombes Pol Aminudin mempertanyakan kemudahan pemberian visa kerja oleh pihak Malaysia.

“TKI yang masuk hanya ada visa sosial visit (kunjungan) yang berlaku selama 30 hari namun kemudian oleh pengguna (atau majikan) di sana dibuatkan visa kerja sehingga menurut kami bahwa TKI tersebut bekerja tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini akan membuat TKI tercatat di sana sebagai TKI, sementara di Indonesia tidak tercatat sebagai TKI,” ujar Aminuddin.

Dari 2.172 TKI tersebut, sebanyak 989 TKI warga Kalimantan Barat, sisanya berasal dari daerah lain. (bls)

Baca Juga:
Polisi Janji Segera Tuntaskan Korupsi DAK Disdik 2011 Ketapang 
Didemo Massa, Ini Tanggapan PT WHWAR
Proses Hukum Tersangka Perusakan Kantor KPU Singkawang Berlanjut