Ini Cara Atasi Risiko Kesehatan dari Baju Lelong

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 1524

Ini Cara Atasi Risiko Kesehatan dari Baju Lelong
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Kepala Bidang Penyuluhan Lapangan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dadang Fitrajaya mengemukakan risiko kesehatan yang disebabkan baju lelong, di antaranya penyakit kulit.

“Pakaian lelong biasanya sudah beberapa hari menginap di tempat lain untuk kemudian sampai di Kota Pontianak. Lamanya di perjalanan menyebabkan jamur penyebab penyakit kulit bisa berkembang,” ujar Dadang Fitrajaya, Jumat (13/1).

Dia mengimbau warga yang gemar terhadap pakaian bekas impor itu, agar lebih telaten dan waspada. Dadang juga memberikan tips membersihkan baju lelong dari bakteri yang terdapat di pakaian itu.

“Bagi masyarakat  sebelum dipakai dicuci atau direbus dengan air panas terlebih dahulu, untuk membersihkan jamur serta membunuh bakteri,” kata Dadang.

BERITA TERKAIT:
Polda Kalbar Gerebek Gudang Penyimpanan Pakaian Lelong 


Polda Kalbar menyita pakaian lelong di gudang penyimpanan kawasan Kota Baru, Pontianak. 

Perendaman dengan air panas dilakukan kurang lebih 5 hingga 10 menit dengan suhu hingga 100 derajat celsius.

Dengan suhu tersebut,  kata Dadang, kuman dan bakteri  akan mati. Selain itu, bisa juga dicuci dengan sabun dan ditambahkan cairan antiseptic. Untuk pakaian berwarna putih, bisa mencucinya dengan ditambah bahan pemutih yang mampu membunuh bakteri hingga jamur.

Dadang juga mengingatkan, saat mencuci baju lelong, dipisahkan dengan pakaian lain. Setelah dicuci dan kering, ada baiknya pakaian disetrik. Hal ini juga dapat membunuh bakteri.

Semua cara itu, sebut Dadang, diyakini bisa mencegah risiko penularan penyakit kulit.

Lapak pakaian lelong di Pontianak mudah ditemukan seperti di kawasan Kota Baru, Pasar Tengah, dan Kom Yos Sudarso. Pakaian lelong memang dimintai masyarakat luas.

“Untuk itu masyarakat diimbau agar lebih waspada menjaga kesehatan,” pungkas Dadang. (bls)

Baca Juga:
AUIKB Desak Polda Kalbar Tindak Pelaku Intoleran
Ketua DPRD Melawi Minta Baperjakat Pertimbangkan Golongan dan Masa Kerja  
Bupati: Adanya Keterbatasan Posisi Jabatan