Kalbar Belum Siap Hadapi Bonus Demografi

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 574

Kalbar Belum Siap Hadapi Bonus Demografi
CENDERAMATA – Kaper BKKBN Kalbar, Kusmana memberikan cenderamata kepada Pimpinan Redaksi (Pimred) Suara Pemred, Muhlis Suhaeri di kantor Suara Pemred di Jalan Sidas, Kota Pontianak, Senin (16/1). (SP/ M Eliazer)
PONTIANAK, SP – Indonesia akan memasuki masa bonus demografi pada tahun 2020 mendatang. Segala persiapan tentunya dipandang perlu untuk menghadapi masa di mana usia kerja penduduk meningkat hingga mencapai 70 persen.

Di Kalimantan Barat, bonus demografi sebenarnya telah mulai terjadi sejak tahun 2015 lalu, khususnya di Kota Pontianak. Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak dianggap telah siap menerima hadirnya bonus demografi.


Namun di wilayah lain, seperti Kabupaten Ketapang dan Sanggau, bonus demografi yang seharusnya bisa menguntungkan dari sisi pembangunan masih belum dapat terealisasi. Meskipun jumlah penduduk usia produktif sudah sangat besar, proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak.

“Masih banyak kendala, padahal ada 31 persen penduduk yang masuk dalam usia produktif dan tahun 2020 bonus demografi di Kalbar mencapai puncaknya,” ujar Kaper Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar, Kusmana saat berkunjung ke kantor Suara Pemred, Senin (16/1).


Menurutnya, seiring meningkatnya jumlah usia produktif, diperlukan peran serta sinergitas bersama semua pihak. Mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, dan media massa untuk bisa memberikan pemahaman dan memberikan penyaluran positif kepada generasi muda.

Jika tidak, bonus demografi dikhawatirkan malah akan menjadi masalah karena akan memunculkan jumlah pengangguran besar dan tentunya dan membebani pemerintah daerah.

“Penyaluran positif itu perlu. Agar secara fisik tenaga mereka tidak mubazir. Kita juga perlu membentuk kualitas pemuda yang baik agar bonus demografi tidak malah menjadi ancaman,” harapnya.

Sebagai badan yang dipercaya pemerintah untuk mengurusi kependudukan dan keluarga berencana, BKKBN terus berupaya untuk menstimulus semua leading sector untuk bisa menciptakan langkah nyata dalam menghadapi bonus demografi.


“Kita akan menggunakan semua celah, termasuk menciptakan ide kreatif untuk generasi muda. Jangan sampai bonus demografi yang seharusnya menjadi berkah malah prahara,” pungkasnya. (jee/and)
 

Baca Juga:
Harga Telur di Sambas Turun Rp 2 Ribu Perkilogram
991 Pejabat Pemprov Kalbar Dilantik, 63 Pejabat Nonjob 
Nasib Jembatan Gantung di Sokan, Ketua DPRD Melawi Berharap Bupati Ambil Langkah