Imigrasi Pontianak Deportasi 4 Warga China, Seorang Dipenjara 2 Bulan

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 748

Imigrasi Pontianak Deportasi 4 Warga China, Seorang Dipenjara 2 Bulan
DEPORTASI WN CHINA - Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kalbar, Malfa Asdi (satu kiri), dan Kakanwil Imigrasi Kelas I Pontianak, Husni Thamrin (dua kiri), saat menyampaikan penangkapan lima warga negara China, Kamis (19/1). (SP/Umar Faruq)
PONTIANAK, SP – Operasi pengawasan orang asing dengan sandi ‘Bhumi Pura’, digelar Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak sejak 16 Januari hingga 20 Januari  mendatang, berhasil mengamankan lima warga negara China. Mereka datang ke Kalimantan Barat diduga hendak bekerja.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kelas I Pontianak, Husni Thamrin, kelima warga negara China itu melanggar Undang-Undang  Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Warga negara China atas nama Duan Yajuan (perempuan), dikenakan Pasal 78 ayat 3, karena overstay selama 63 hari. Lu Yingjie, Li Shichao dan Sun Zhongbao, ketiganya laki-laki, dikenakan Pasal 75 ayat 3.

Keempatnya telah dideportasi melalui Bandara Supadio dan Soekarno-Hatta.

Seorang lainnya, Liu Xiaodong (laki-laki), diajukan ke Pengadilan Negeri Pontianak karena melanggar Pasal 116 juncto  71b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Putusan sidang, Liu Xiaodong dikenakan pidana denda Rp 12 juta, subsider kurungan dua bulan.

“Empat (WNA) kita berikan tindakan administrasi keimigrasian (TAK), yang satu lagi kita lakukan tindakan pro justitia,” ujar Husni Thamrin kepada wartawan, di Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, Jalan Letjen Sutoyo.

Sementara Kepala Divisi (Kadiv) Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kalbar, Malfa Asdi mengatakan  warga negara China tersebut diduga datang ke Kalimantan Barat untuk bekerja.

“Indikasinya seperti itu, mereka bekerja secara ilegal. Tapi saya tidak masuk ke ranah berkaitan dengan masalah izin kerja, itu domainnya  Kementerian Tenaga Kerja. Saya hanya berkaitan dengan izin tinggal,” tegas Malfa.

Dikatakannya, pelanggaran yang seringkali dilakukan oleh warga negara asing adalah penyalahgunaan izin Keimigrasian dan Ketenagakerjaan.

“Dua penyalahgunaan ini menjadi ancaman bagi NKRI,” pungkas Malfa. (umr)

Baca Juga:
Kodim 1204/Sanggau Amankan Truk Bermuatan Kayu Tanpa Dokumen
Dugaan Korupsi DAK 2011 Ketapang, Ini Hasil Audit BPKP 
Ketika Kapolres Sambas Berbicara Pembangunan Ekonomi