Sabtu, 16 November 2019


MADN dan IKBM Kalbar Sepakati Jaga Keamanan dan Saling Menghormati

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1446
MADN dan IKBM Kalbar Sepakati Jaga Keamanan dan Saling Menghormati

SILATURAHMI - Suasana silaturahmi antara Pengurus MADN dan IKBM Kalbar di Pontianak, Kamis (19/1). (SP/Umar Faruq)

PONTIANAK, SP - Menyikapi berbagai permasalahan termasuk berkenaan dengan persinggungan antaragama maupun suku,  bisa secara mudah diselesaikan. Syaratnya, di antara pihak terkait sama-sama sepakat untuk menjunjung tinggi sebuah perbedaan, persaudaraan dan kebersamaan, guna mewujudkan kerukunan dan kedamaian.  

Hal itu tergambar dalam pertemuan sekaligus silaturahmi dua paguyuban yakni Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, di Rumah Makan Sederhana, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kamis (19/1) kemarin.
 

"Dalam berbagai persoalan kemasyarakatan, bisa diselesaikan dengan kekeluargaan dan kepala dingin," ujar Cornelius Kimha, Juru Bicara Dayak Indonesia-Malaysia.  

Pertemuan tersebut merupakan salah satu upaya untuk merespon peristiwa di Kabupaten Sintang, penolakan Wasekjen MUI Pusat, yang sebetulnya sebuah kesalahpahaman. Namun belakangan, ada oknum yang coba menarik persoalan ke arah persinggungan agama, dan berimbas ke daerah lain di Kalbar.  

Salah satu tokoh Madura, Sulaiman mengatakan, 16 tahun terakhir situasi keamanan di Kalbar sangat kondusif. Maka dari itu, kondisi seperti ini harus tetap dijaga. Jangan sampai, ada pihak yang terpancing melakukan gerakan anarkis.

"Kunci utama terciptanya keamanan yang kondusif selama 16 tahun terakhir, hargai dan hormati adat budaya. Junjung tinggi pepatah di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung," ucapnya.  

Tidak hanya pertemuan antara suku, hadir pula di antaranya pengurus Dewan Masjid Kalbar dan sejumlah tokoh agama lainnya. Dari pertemuan itu, disepakati kedua belah pihak bersama-sama untuk menciptakan situasi aman dan kondusif di Kalbar.  

Mereka berpandangan, ada sesuatu yang jauh lebih penting dari mengedepankan ego kelompok, yaitu bagaimana roda pembangunan di Kalbar tetap berjalan dengan baik, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (aju/umr/loh)    

Baca Juga:
Tokoh Agama dan Etnis Landak Sepakat Jaga Kerukunan Kalimantan Barat
Wali Kota Larang Gaduh di Pontianak

Petani  Bengkayang Bergairah, Harga Karet Rp 18 Ribu/ Kilogram