Pemkot Masih Kaji Jalur Kapal Feri di Nipah Kuning

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1137

Pemkot Masih Kaji Jalur Kapal Feri di Nipah Kuning
Feri Penyeberangan di Pontianak. (SP/Dok)
PONTIANAK, SP – Pemerintah Kota Pontianak masih mengkaji jalur penyeberangan feri baru di kawasan Nipah Kuning, Kecamatan Pontianak Barat. Fasilitas tersebut  guna menghubungkan wilayah Utara dan Barat Pontianak, dengan memperpendek jarak, menghemat waktu dan biaya yang mesti dikeluarkan masyarakat.  

“Sudah ada beberapa (pihak ketiga) yang berminat. Intinya sistem transportasi yang ideal bagi Kota Pontianak adalah sistem jaringan laba-laba, yang semua daerah terkoneksi satu sama lain,” kata Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.  

Dia menuturkan letak geografis Pontianak yang dibelah  Sungai Kapuas, membagi dua kecamatan, yakni Timur dan Utara berada di sisi lain, dan empat kecamatan di sisi sebelahnya.
  Selama ini hanya ada tiga jalur utama yang dipakai yakni Jembatan Kapuas I dan II,  Jembatan Landak, dan penyeberangan feri di samping Taman Alun Kapuas.  

“Kita masalahnya ada Sungai Kapuas, ini dalam rangka memperpendek yang menyeberang dari utara ke barat perlu penyeberangan feri. Jadi waktu tempuh bisa lebih pendek dan lebih murah,” imbuhnya.  

Menurut Edi, ada banyak hal yang harus dikaji matang. Jalur yang akan dipakai juga dilewati kapal besar dan kapal barang, belum lagi soal arus muara.  Dan  koordinasi dengan Syahbandar, Pelindo, dan Airut misalnya, untuk melihat bagaimana kerawanannya. 

“Semua masih harus dikaji, karena arus muara di sana itu kan lewat kapal-kapal besar dan kapal-kapal barang,  Paling penting yang dikaji itu keselamatan,” terangnya.  

Anwar S (36),  warga Jalan Kom Yos Soedarso sangat mendukung rencana pembangunan penyeberangan feri baru itu.   "Saya sangat mendukung, karena itu juga jadi satu cara pengurai kemacetan yang ada di Kota Pontianak," ucapnya.  

Hal senada diungkapkan Rusli (31). Dia menuturkan selama ini antrean di penyeberangan memakan waktu lama. Dia berharap armadanya pun lebih besar sehingga memiliki daya tampung lebih banyak.   “Tapi harganya juga jangan terlalu mahal. Apalagi buat kita yang pakai motor,” pintanya. (bls/and)