Senin, 23 September 2019


Adang Melawan, Dicopot dari Jabatan Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1727
Adang Melawan, Dicopot dari Jabatan Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar

GRAFIS (SUARA PEMRED/ MEGA)

PONTIANAK, SP- Mantan  Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat,  Adang Gunawan menganggap pencopotan dirinya dan beberapa pengurus lainnya, yang dilakukan DPP telah melanggar sistem organisasi partai. Pasalnya, pihak DPP tidak menjalankan kembali Musda setelah dilakukan penundaan.

“Sistem Partai Golkar sekarang ini sudah hilang dan tidak dihargai. Saya tidak mengerti kenapa. Padahal selama ini, kami para pengurus selalu menjunjung tinggi aturan yang disepakati, baik dari Rapimnas maupun Pimnas,” katanya, dalam keterangan pers, Kamis (26/1).

Menurut Adang,  sesuai mekanisme, seharusnya Musda kembali dilakukan setelah dibentuknya pelaksana tugas DPD Partai Golkar Kalbar yang saat itu dijabat  Idrus Marham menggantikan Ketua DPD Partai Golkar, Morkes Effendi yang telah habis masa jabatannya dan dalam kondisi kurang sehat  menjalankan roda kepartaian.

“Tapi ternyata Musda tidak dilanjutkan karena arus bawah partai tetap meminta agar saya tetap menjadi Ketua Golkar Kalbar. DPP maunya pemilihan terjadi secara aklamasi. Pun seandainya saya kalah dalam pemilihan, saya siap. Saya akan kalah dengan terhormat,” tegasnya.  

Adang menuturkan dua minggu lalu Ketua Plt DPD Golkar Kalbar, Maman Abdurahman meminta dirinya  mundur dalam bursa pencalonan. Apabila tetap bersikeras, DPP akan mengeluarkannya dari kepengurusan partai.

Beberapa alasan lain yang mencolok adalah tudingan tidak aktif  dan dianggap menghambat keberlangsungan organisasi partai.

"Semua alasan yang disampaikan terlalu mengada-ada. Langkah itu untuk menjegal dirinya yang akan maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalbar," ujarnya.

Sementara, Mantan Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan DPD Partai Golkar, Teguh Imam Suyudi juga menyesalkan keputusan yang diambil oleh DPP. Sebab, kepengurusan pelaksana tugas sifatnya sementara,  sambil mempersiapkan pelaksanaan Musda.


"Setelah Musda kan akan dirombak kembali, kenapa harus ada yang dicopot dan diisi orang baru,” katanya. (jee/and)


Baca Juga:
Pasutri Ini Diduga Jaringan Narkoba Lapas Singkawang 
Saingi Ide Tugu Kuntilanak, Pemkot Gagas PRP di Sungai Kapuas
Kedua Kalinya Paripurna Pergantian Ketua DPRD Ketapang Gagal