Pasar Tengah Rampung, Pedagang Tagih Janji Relokasi

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 930

Pasar Tengah Rampung, Pedagang Tagih Janji Relokasi
BERDAGANG- Salah satu pedagang terlihat mulai berjualan di Blok Asahan, Pasar Tengah, Kota Pontianak. (SP/Yodi)
PONTIANAK, SP – Para pedagang di Pasar Barito, menunggu kepastian relokasi kembali ke Pasar Tengah, tempat mereka berasal.  Pasalnya, pembangunan sudah selesai sejak akhir Desember lalu. Proses pemindahan pun diserahkan ke Pemkot. Hingga kini, pedagang masih belum dapat kepastian kepindahan mereka.  

“Kami tidak masalah letak di mana, yang penting cepat pindah, cepat jualan. Kalau di Pasar Tengah, kami yakin pasti ada orang yang belanja karena memang pusatnya di situ. Kalau ini, tanah kosong dijadikan pasar,” kata Nurjana (33), pedagang Asahan,  Pasar Tengah yang kini berdagang di Pasar Barito, Kamis (2/3).
 

Pantauan Suara Pemred, hanya belasan pedagang yang masih bertahan. Sisanya pergi entah ke mana. Bangunan yang mereka dirikan kosong. Sebagian malah sudah dibongkar, menyisakan lantai semen.
 

Nurjana mengungkapkan, selama berdagang di Pasar Barito sejak akhir Ramadan tahun lalu, pendapatan mereka cenderung kecil. Beda jauh ketika masih berdagang di Pasar Tengah. Terlebih pedagang hanya hitungan minggu berada di sana. Pemerintah sebelumnya sudah berjanji relokasi dalam waktu enam bulan.

“Katanya enam bulan, akhir tahun selesai. Ditanya lagi katanya bulan dua. Bulan tiga ini dipanggil, rapat dengar-dengar katanya April,” ujarnya.
 

Dia menegaskan jika hingga bulan Ramadan nanti tak kunjung dipindah, pedagang nekat untuk pindah sendiri ke Pasar Tengah. 
“Di sini kami tidak dapat duit. Biarlah kami perang sama Satpol-PP, kami tidak takut, kami mau makan juga,” kesalnya.  

Serupa diungkapkan pedagang lain, Muniarti yang berasal dari blok Ciliwung. Hingga kini, hanya tinggal pedagang di bloknya yang belum pernah dipanggil Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak. Pertemuan terakhir, terjadi saat mereka diminta pindah ke lokasi relokasi sementara.  

“Yang lain sudah ada dipanggil, tapi bukan bahas kapan pindah. Cuma masalah tunggakan. Tempat kami yang belum, kan kami juga mau tahu,” ungkapnya.  

Dia mengaku terus menunggu panggilan dari dinas terkait. Bukan cuma itu, dia pula mengeluhkan besar kios yang tersedia. Luasnya terlalu kecil, akan sulit untuk mengatur barang dagangan.   Tapi yang terpenting baginya kini adalah kepastian pindah.

"Jika di Pasar Tengah, dia yakin pendapatan akan kembali. Tidak seperti di Pasar Barito, sampai jam 11.00 WIB, penglarisnya baru Rp15.000. Kalau di sana adalah Rp400 ribu, kadang lebih. Kawan lain (di sini ) ada yang tidak jualan, disimpan barang di rumah, itu lebih susah. Ini jangan ndak jak kita buka, mau cari makan juga kan,” pungkas warga Bansir itu.   (bls/and)

Baca Juga:
Hari Pertama OSK 2017, Polresta Pontianak Keluarkan 50 Surat Teguran