Soal Relokasi Pedagang, Kadis: Sesegera Mungkin

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 707

Soal Relokasi Pedagang, Kadis: Sesegera Mungkin
Pasar Tengah, Kota Pontianak. (SP/Yodi)
PONTIANAK, SP- Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi Tri Wibowo mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan verifikasi dan validasi data. Sekaligus menuntaskan pembangunan saluran drainase dan jalan.   “Sesegera mungkin,” kata Haryadi ketika ditanya kepastian kapan pedagang dipindahkan.  

Menurut  Haryadi pengelompokan  sudah dilakukan. Lantai atas pasar akan diisi pedagang kuliner, seperti makanan, minuman dan warung kopi. Lantai bawah baru dipenuhi barang dagangan kering lain. Untuk lokasi jual pakaian pun dipisahkan dari yang baru dan yang bekas (lelong). Pedagang lelong akan kembali ditempatkan di blok Cimandiri, dan pedagang pakaian baru di blok Citarum.  

“Untuk mengisi pasar atas dan pasar bawah, pasar atas semua makanan dan minuman seperti warung Mak Etek. Jadi tidak ada lagi orang jual makanan dan minuman di bawah. Semua orang yang cari makan minum ke atas, untuk mensiasati supaya lantai atas itu maksimal,” jelasnya.  

BERITA TERKAIT:
Pasar Tengah Rampung, Pedagang Tagih Janji Relokasi

Haryadi menyebutkan di Jalan Asahan terdapat  106 PKL. Semuanya nanti akan masuk ke enam blok yang tersedia. Jalan Asahan harus kosong lantaran sebagai akses utama. Sama halnya dengan Jalan Indragiri dan Batanghari.  

“Artinya kalau mereka nanti pindah ke bawah (jalan), tidak ada alasan lagi. Mereka sudah kita beri tempat. Karena itu akses jalan utama yang harus dikosongkan,” tegasnya.  

Haryadi memastikan, satu orang hanya akan dapat satu kios. Pedagang yang sebelumnya memiliki banyak kios dan disewakan, tak akan dapat jatah lagi. Karena dibangun pemerintah, semua dikembalikan pada pemerintah. Baru kemudian akan disusun ulang kepemilikan kios lewat prioritas yang dibuat.  

Menurutnya, banyak ditemukan kios yang nama pemiliknya berada di luar Pontianak. Demikian pula mereka yang memiliki kios lebih dari satu dan menjadikan salah satunya gudang. Upaya-upaya macam ini tidak diperbolehkan. “Mereka juga tidak boleh dapat meja,” tambahnya.  

Haryadi menerangkan selama ini pihaknya belum menemui kendala berarti. Para pedagang masih mau diajak kerjasama. Pihaknya berharap semua PKL ke depan harus masuk ke area pasar yang telah disediakan.  

“Kita sedang bangun juga di Bukit Timah, nanti yang belum dapat, masuk di sana juga. Sehingga nanti Jalan Asahan, Batanghari dan Indragiri kosong sama sekali. Akses utama harus kosong. ke depan bisa kerjasama dengan Perhubungan untuk parkir,” pungkasnya. (bls/and)

Baca Juga: