Dewan Minta Disperindagkop Rutin Sidak Bahan Pokok

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 347

Dewan Minta Disperindagkop Rutin Sidak Bahan Pokok
TINJAU BARANG – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih meninjau ketersediaan bahan pokok di Gudang Bulog Baru (GBB), Wajok, Kabupaten Mempawah, Kamis (27/4) pekan lalu.
PONTIANAK, SP – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat, Kadri meminta agar pedagang maupun produsen bahan pokok di Kalbar, tidak memanfaatkan momentum hari besar keagaaman untuk menaikkan harga. Hal ini dikatakannya lantaran ditemukan kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1438 H.

“Momen seperti ini tidak boleh terus menerus (dimanfaatkan). Ada bulan puasa (harga) ada naik. Ada hari besar keagamaan ada naik. Tadi saya lihat, bahan pokok sudah mulai naik,” ujarnya, Selasa (2/5).

Untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan, dinas terkait diminta rutin turun ke pusat perbelanjaan untuk meninjau dan mengawasi harga, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok.

“Kepada Disperindagkop Provinsi Kalbar, untuk melihat pedagang-pedagang yang ada, bila perlu nanti sidak (inspeksi mendadak). Nanti teman-teman anggota dewan bisa juga meninjau ke lapangan untuk melihat pedagang-pedagang, apakah bahan pokok itu naik atau tidak,” kata politisi Fraksi PKB ini.

Dari temuan legislatif atas kenaikan harga bahan pokok, Kadri mengatakan agar Disperdindagkop tidak boleh tinggal diam.
“Disperindagkop harus melihat langsung harga-harga pasar. Jangan sampai pedagang-pedagang atau tengkulak-tengkulak aji mumpung (memanfaatkan). Apalagi ekonomi kita sekarang ini sedang susah-susahnya,” ucapnya.

Kadri berharap, pemerintah sebagai pihak yang memiliki kebijakan berani menindak tegas pedagang dan produsen nakal, sehingga tidak ada lagi praktik curang menaikkan harga barang. Pemerintah juga diharapkan melibatkan pihak lain, guna mengantisipasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Harga bahan pokok itukan sudah ada standarnya. Kalau yang menaikkan harga karena menimbun itu, tentunya harus diproses. Bila perlu panggil polisi, tangkap,” katanya.

Dia mnengutarakan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan turun ke lapangan untuk melakukan sidak. “Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mau sidak ke pasar-pasar. Nanti Komisi III terkait dengan ini, tentu harus dipanggil Disperindagkop Provinsi, supaya dalam waktu dekat ini semua sudah clear,” timpalnya.

Sebelumnya, Kadisperindagkop Kalbar, Ridwan mengungkapkan bahwa ketersediaan stok bahan pokok di Kalbar terutama daging beku, minyak goreng curah, beras dan gula aman.

Untuk memastikan ketersediaan dan harga tetap sesuai yang ditentukan, Ridwan berjanji akan memantau pasar dan ritel modern di setiap daerah.

“Sebagaimana disampaikan Sekjen (Kemendag), kita akan pantau. Kalau ada yang kekurangan, nanti daerah yang surplus mengisi daerah yang kekurangan. Itu prinsip yang kita lakukan. Kita akan berkomunikasi melalui instansi mencermati harga bahan pokok,” terangnya.(umr/jee/and)




Komentar