Mahasiswa Yarsi Disiram Air Keras Mirip Novel

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 939

Mahasiswa Yarsi Disiram Air Keras Mirip Novel
Ilustrasi (SP/Net)
PONTIANAK, SP - Damara Ramadan Putra (20) dan Fidiya (20), dua mahasiswa Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) Pontianak mendadak disiram air keras oleh seseorang, saat keduanya mengendarai motor, Rabu (4/5), di Jalan Imam Bonjol.

Tepatnya di depan Bank Tabungan Negara (BTN) sekitar pukul 20.00 WIB. Penyiramaan air keras menimpa dua mahasiswa tersebut diduga bermotif asmara.  

Fidiya, satu di antara korban di ruang perawatan RSUD Sudarso mengaku mengenali pelaku.   "Saya sempat liat pelakunya dan pernah pacaran sama saya. Tapi udah putus lama. Putusnya sekitar 1 tahun," kata Fidiya, Kamis (5/5).  

Mahasiswa jurusan Farmasi, Yarsi Pontianak ini pun menceritakan kronologis kejadian yang menimpa dirinya dan teman laki-lakinya itu. Menurutnya, pada malam kejadian, dia dan temannya berboncengan menggunakan motor dari arah Jalan Tanjung Raya. Ia juga menegaskan teman lelaki yang dimaksud bukan pacarnya.  

"Hanya kawan biasa. Kami pergi untuk mengerjakan tugas kuliah bersama," tutur Fidiya.  

Sejak keluar kompleks, Fidiya mengaku memang ada seseorang yang membuntuti. Hal itu diketahuinya karena terpanatau dari kaca spion. Kecurigaan itu lantas diberitahukannya ke teman lelakinya tersebut saat turunan jembatan tol.   "Pas depan bank BTN Imam Bonjol depan rumah makan Melda, kami berhenti. Pada saat itu, orang yang mebuntuti langsung memepetkan dan menodongkan pisau,"katanya.  

Merasa terancam karena ditodongkan, Fidiya dan rekannya spontan berteriak.   "Kami teriak ada begal. Pelaku pun kabur. Kami juga langsung lari. Namun, pelaku terus membuntuti dan memepetkami hingga menyiramkan carian dari botol kecil," beber Fidiya.   Cairan yang diduga air keras yang disiramkan pelaku mengenai tangan, paha dan beberapa bagian tubuh Fidiya melepuh.

Sementara rekannya juga terkena di bagian leher hingga bagian belakang tubuhnya.   Fidiya membeberkan, diduga sang mantan pelaku penyiraman air keras berinisal HE. Sebelum kejadian, kata Fidiya, mantan pacarnya tersebut memang sering meneror dirinya.     "Bahkan, sampai di kampus pun sempat membuntuti saya. Kalau teror si hampir setiap saat lah,"ungkapnya. 

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli menyebutkan, kasus ini menjadi yang pertama terjadi di Kota Pontianak. Pihaknya, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, dari mana pelaku mendapatkan cairan air keras tersebut.  (abd)

Komentar