Langganan SP 2

POM Kalbar Bantah Tolak Gawai Dayak

Ponticity

Editor hendra anglink Dibaca : 1330

POM Kalbar Bantah Tolak Gawai Dayak
PATUNG - Simbol keberagaman masyarakat Kalbar dalam wujud patung di Museum Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak. (Balasa/SP)
PONTIANAK, SP - Agus Setiadi, Ketua Persatuan Orang Melayu Kalbar mengatakan, isu yang beredar bahwa pihaknya menolak agenda Gawai Dayak tidak benar. 

Menurut dia pernyataan itu bukanlah sikap resmi POM, melainkan hanya menyampaikan aspirasi masyarakat yang kecewa dengan ucapan Gubernur Cornelis, beberapa waktu lalu terkait penolakan datangnya tokoh FPI.

"Beredarnya info secara luas bahwa POM menolak Gawai Dayak adalah tidak benar. Apa yang saya sampaikan dalam wawancara dengan media-media pada aksi Minggu lalu, adalah saya hanya menyampaikan aspirasi yang dititipkan banyak orang," kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Suara Pemred, Rabu (10/5).

Menyoal rencana aksi pada tanggal 20 Mei 2017, POM pastikan akan tetap digelar. "Tidak ada satu pihak pun yang bisa melarang karena ini adalah aspirasi warga negara yg dijamin UUD 1945," tutupnya. 

Tetap Terlaksana

Berkenaan dengan adanya rencana aksi yang akan dilaksanakan di hari yang sama dan di lokasi yang berdekatan, Yohanes Nenes mengatakan, gawai tetap akan berlangsung.

“Berhubungan dengan gawai, itu tetap dilaksanakan karena menyangkut agenda nasional dan agenda pariwisata,” ujarnya dalam pertemuan di Hotel Kartika Pontianak.

Guna mengantisipasi ha-hal yang tidak diinginkan, selain kesepakatan para tokoh yang hasilnya akan diserahkan ke Polda Kalbar, Nenes meminta agar aparat keamanan dapat meningkatkan pengamanan pada 20 Mei mendatang.

“Kita minta ke pihak keamanan untuk lebih menyiagakan keamanan nantinya,” ucapnya.

Satu di antara akademisi, DR Atang Suryana berharap, pelaksanaan Gawai Dayak ini dapat berjalan lancar. Menurutnya, kegiatan ini agenda milik semua masyarakat Kalbar yang harus bersama-sama disukseskan. “Namanya saja Gawai Dayak, tapi ini jelas event milik semua masyarakat Kalbar,” terangnya.

Dia menjelaskan, pelaksanaan Gawai Dayak harus dipandang sebagai aset dan potensi pembangunan di Kalbar. Sebab darievent tersebut, berbagai pihak baik etnis maupun agama tertentu akan merasakan dampak positifnya.

“Begitu banyak agenda pada Gawai Dayak. Kalau ini terganggu, akan memunculkan multi efek. Secara umum akan berimplikasi pada perekonomian masyarakat. Pedagang kecil nanti akan terlibat, sektor jasa juga. Maka dari itu, harus bersama-sama kita jaga,” pungkasnya. (umr)